Saturday, November 17, 2007

Your Business Name




Sedang bikin polling untuk nama salon. Udah 1 minggu sih, sibuk mikirin nama salon. selain aku juga lagi redesign logo salon. Udah 6 tahun, dan udah saatnya ganti logo deh. Mau yang lebih simple (cieeee suka sok simple nih), cantik, hangat, dan tidak sombong :P. Existing Logo yang sekarang, walau dibuat bareng dengan designer professional juga, tapi dulu tuh buru-buru buatnya. Lah, yang penting cepetan buka salon.

Nah udah seminggu juga aku suka komat kamit. Melafalkan moz5salon muslimah, moz5 pusat kecantikan muslimah, moz5 salon dan pusat kecantikan muslimah. Mat komat kamit deh. memilih mana yang lebih enak disebut. Ada teman yang komentar,“Nah gitu dong elo, rajin-rajin istighfar, banyak-banyak nyebut. Inget sama dosa-dosa“ Gak tau aja dia, aku komat kamit nyebut apa. hahaha.

Nama usaha kita adalah alat marketing yang penting. Haruslah mudah diingat dan disebut. The tone of the name, juga harus mathcing yaw sama imej yang mau kita ciptakan dong. Kaya moz5, imej yang mau dicipta yah pastinya cantik, feminim, smart, hangat *yuhu*. Nah factor itu semua baru kita sambung-sambungkan dengan target market yang kita tuju.

Apalah artinya nama, kata Shakespear. Wah, buat aku nama sangat berarti. Nama adalah Do’a, maka sudah sewajarnya jika setiap orang tua berusaha memberikan nama yang terbaik untuk anak-anaknya. Apalagi untuk nama usaha, mestinya dipertimbangkan masak-masak. Nama usaha juga yang akan menjadi identitas usaha kita. Dan nama juga yang mewakili karakter si pemilik. Apalagi, kita berkomunikasi dengan para prsopek kita, ttg siapa kita dan apa yang kita tawarkan.

Ada tulisan yang menarik bgt yang memberi contoh yg sangat relevan. Aku comot dari Entrepreneur.Com (http://www.entrepreneur.com/startingabusiness/startupbasics/namingyourbusiness/article21774.html)
Before you start thinking up names for your new business, try to define the qualities that you want your business to be identified with. If you're starting a hearth-baked bread shop, for example, you might want a name that conveys freshness, warmth, and a homespun atmosphere. Immediately, you can see that names like "Kathy's Bread Shop" or "Arlington Breads" would communicate none of these qualities. But consider the name "Open Hearth Breads." The bread sounds homemade, hot, and just out of the oven. Moreover, if you diversified your product line, you could alter the name to "Open Hearth Bakery." This change would enable you to hold onto your suggestive name without totally mystifying your established clientele.

Nah, itu dia, aku lagi binun mo milih label salon atau pusat kecantikan. Pertimbanganku, label "Salon“ itu lebih bersahabat, akrab, welcome, "gaul“. Sedangkan pusat kecantikan, kok kesannya seirus bgt, gak akrab, dan tua. haha. Tapi ini mungkin pemikiran pribadi aja, makanya perlu open mind, dan dalam rangka mau outof the box juga, aku buat polling. Gak hanya dilingkungan temen-temen dekat aku aja, tapi juga melibatkan para mitra bisnis, spt supplier, rekanan, dll. Juga teman-teman pengusaha yang pastinya naluri bisnisnya lebih terasa.

Terus gak kalah penting adalah pendapat dari para pelanggan salon dong. Alhamdulillah, semua memberikan masukkan2 yang bagus2, dan ada juga yang menambahkan pilihan-pilihan baru. Ada juga yang kocak kasih usulan "Yul, kalo emang elu mau kasih kesan gaul, kenapa juga gak kasih nama Moz5, Pusat Pergaulan Muslimah!!" Bwahahaha!

Hasil polling?? wah masih jadi rahasia perusahaan dong. Belum bisa dipublikasikan di sini hehe. Maaf yah, mohon bersabar, tunggu kita launching dulu.

Wednesday, November 14, 2007

My- Cool Man

Pasti tau dong Chris Gardner. Itu loh tokoh yang dimainkan sama Will Smith (Duh, Will Smith Keren bgt deh) di Film Pursuit of Happyness? Dia juga yang nulis buku dengan judul yang sama? Filmnya juga bukan film baru, beberapa teman pernah menulis ttg film ini di blognya. Masih gak tau juga? ahhhhh kuper!! Cari deh DVD-nya, yang bajakan atau asli, terserah. Tapi musti nonton deh. Tapi yang lebih bagus lagi sih baca bukunya. Karena pemikiran2 Garder banyak tertuang di bukunya itu. Bukunya juga ada di gramedia kok, terbitan ZENIT, harganya kayanya sekitar 50rban kalo gak salah.

Chris Gardner. Seorang Pengusaha Wall Street yang sukses, yang memulai bisnisnya dengan menjadi Pialang. Itupun perlu perjuangan keras. Dalam posisi yang bangkrut, Gak ada uang dan banyak utang, plus ditinggal anak dan istri. Namun berkat adanya sebuah mimpi, hidupnya jadi penuh harapan, penuh semangat. Baca deh bukunya.

Aku cuman mau sharing kata-kata bijak dari beliau yang menurutku inspiratif sekali. Tadi pagi begitu bangun tidur, ga tau kenapa, kok aku semalem mimpi ketemu beliau hihi. Makanya pagi ini jadi semangat sharing ttg dia.

Banyak sekali orang yang menanyakan rahasia kesuksesan dia. Padahal "The secret is there is no secret. It's the basics. Blocking and tackling. And more important than that, find something that you love. Sesuatu yang membuat kita bahagia, yang membuat kita gak sabar untuk cepet2 bangun tidur. Pengen cepet-cepet pagi lagi. Lupain uang, jadilah bahagia! Perlu keberanian dan kebijaksanaan untuk berkata, Inilah yang Saya Suka!!" Hm, pasti pernah yang ngalamin, gak sabar menanti besok, karena ga sabar akan ketemu sesuatu yang kita nanti2kan. Atau seperti anak2 kita yang suka gak sabar nunggu besok karena mau jalan-jalan, atau apalah.

Chris juga mengingatkan, bahwa uang akan datang sendiri. Kalau kita bahagia. Dia kenal banyak sekali orang yang punya banyak duit tapi gak bahagia (yah ini mah klasik banget ya. walau dalam kasus aku sih lebih banyak ketemu sama orang yang gak punya duit dan gak bahagia, haha!)

Tapi yang paling keren dari sosok Gardner adalah sosok kebapakannya. Komitmen dia sebagai orang tua, sebagai seorang ayah. Perjuangannya dia terhadap anaknya, terhadap janji kepada anaknya, ini yang paling mengharukan. Yang paling membuat dia Cool!! Kalau liat filmnya akan ketauan bgt gimana dia Ayah yang sangat baik, tapi kalau dibukunya sih agak beda yah ceritanya. Apapun itu, di buku dan di film, jelas bgt dia adalah panutan sosok Ayah yang keren abesz deh. Simak deh kata dia dalam sebuah wawancara di media Amrik sana.
“My story has been portrayed in certain media outlets as a rags-to-riches story. That ain’t important. The important thing is the commitment to my children to be there, as any parent must. That’s going to be the common thread. To be there. The money? Hey man, money is the least significant aspect of wealth. You do get to a point in your life where what’s important to all of us is our health, our children, and some degree of happiness. At the end of the day, that’s what it’s all about”

Oh iya, dia juga sangat berpegang sama Keyakinan. Karena itu yang ditanamkan sama ibunya sejak kecil. Dia yakin, dia bisa menjadi apapun yang dia inginkan. Bahkan saat dia dia berumur 15 tahun, saat menonton pertandingan basket, dia berkata „Wow pemain basekt itu kaya-kaya semua yah“ Trs sang ibu berkata “You know, if you want, son, one day you can make a million dollars if you find the right venue.” Dan itulah yang menjadi keyakinan dia, dalam perjalanan menuju kesuksesan beliau!
Dia mewakili type-type orang sukses lainnya yang benar-benar perlu perjuangan untuk mendapatkan apa yang dia miliki sekarang. Lagi, bukti nyata, bahwa segala sesuatu ada harga yang harus dibayar. Ada perjuangan yang harus dibarterkan. Entah mau sukses jadi orang tua, atau mau sukses jadi pengusaha. Setiap orang punya masalah, punya kendala, dalam versi yang berbeda-beda. Menyimak dalam kisah beliau, membuat aku jadi lebih bersemangat. Apapun yang kita yakini akan terwujud, asalkan siap membayar harganya.
Yuk, ah. Nanti sharing lagi deh pemikiran2 beliau dan tokoh2 sukses lainnya. Aku lumayan rajin ngumpulin artikel2, wawancara media, dan tulisan2 dari para Tokohs! Thanks To Google!
Yulia-Moz5 Salon Muslimah

Monday, November 12, 2007

HERO

Kejadian di suatu malam, minggu lalu.

Ngebut.
Si Abang, sopir Mikrolet jurusan Kota-Tg Priok ini, sepertinya sedang kejar setoran. Kulirik jam tanganku, menunjukkan pukul 20.30 malam.
Jalanan sepanjang ancol, sudah sepi. Aku yang duduk di depan, sebelah sopir, menengok ke belakang. Hanya ada 2 penumpang lain.

Masih tetap ngebut. Bahaya nih. Baru saja aku mau menegur si Abang, Melihat wajahnya yang sedang serius dan galak, aku gak berani, hehe. Mulutku yang sudah terlanjur mangap, terpaksa mingkem kembali. Ditambah lagi sumpah serapahnya, setiap kali ada yang menyalip. Wah, jadi tambah ciut nih hati.

Mendingan merem deh ah…Baru aja siap-siap memejamkan mata, aku hampir teriak kaget. Dua pengendara motor persis di hadapan kami, hampir saja bertabrakan. Jelas bgt sapa yang salah. Si pengendara yang tidak pakai helm, yang keliatan bgt ugal-ugalan.Tapi herannya, kenapa dia yang gak terima ya? Walau kedua pengendara motor itu sudah melaju kembali, si ugal ini sepertinya mo cari masalah baru lagi, dengan menyerempet pengendara satu lagi. Selalu mepet-mepetin. Kita, aku dan Bang sopir maksute, di buat gemes.

Tak lama, kami melihat, kedua motor tsb menepi di pinggir jalan yang sepi. Ternyata ada 1 motor lain, yang sepertinya adalah teman-teman si ugal. Mereka sedang mengerubuti si korban. Sepertinya si ugal dan teman-temannya mabok deh. Kasian bgt tuh si korban. Kayanya sih si ugal dan temen2nya bakal bikin ulah. Mikrolet yang kami tumpangi sudah berjalan sekitar 10 M dari mereka.

Sampai kemudian si Abang tiba-tiba ngerem mendadak, dan berjalan mundur menghampiri mereka. Gak lama, si Abang turun sembari membanting pintu, ia bergegas menghampiri si ugal CS.

" WOIIII JELAS-JELAS ELU YANG SALAH!!! MAU NGAPAIN LU??"
Si Abang melotot ke arah si Ugal yang badannya lumayan gede.
"HEH!!! TEMEN ELU YANG SALAH NIH!!! GW SAKSINYA!!! JANGAN RESE LU YA!"
Si Abang juga teriak2 ke muka teman2 si ugal.

Ya Ampun, si ABang pasang badan bo’ di antara si korban dan si ugal cs.
ELU HADAPIN GW, Jangan Ngeroyok DIE DONG!!! APA LUUU?? BERANI GAK??"

Kayanya temen2 si ugal gak terima, siap mau nyerang..
WAduh urusannya panjang nih…Akupun ikut2an turun, menghampiri mereka *Haduh mo ngapain coba? Mo pasang badan juga??* Please deh, naluri sok jagoan aku kumat. Tapi aku memilih gak deket-deket mereka deh.

Syukurnya, bbrp saat kemudian mereka bubar *Nah lo kok cepet bubar?*
Aku mendengar dengan jelas, si Abang ngancem “AWAS LU YA BERANI MACEM2!!! HADEPIN GW!!!

Saat si abang kembali ke mobil, dia diikuti oleh si Ugal CS yang memohon2 minta maaf. “Damai ya bang…” Damai yah, maafin Bang”

WADUH ELU KALO MO BERTINGKAH JANGAN DI JALANAN DONG, ORANG GAK NAPE2 MO ELU KEROYOK! MAMPUS AJA LU, AWAS LU MINGGIR" Menghardik ke Ugal Cs.
"Mas jalan duluan deh mas" Si Abang mempersilahkan si korban untuk jalan duluan, memastikan bahwa si korban sudah aman.

Gak lama kitapun melanjutkan perjalanan lagi, sekilas aku liat sang korban tadi melambaikan tangan, mengisyaratkan terima kasih.

Aku kagum. Salut.
Si abang punya pilihan untuk tetap melanjutkan perjalanan, dia punya pilihan untuk gak peduli. Lha dia aja lagi kejar setoran. Tadi diperjalanan dia sempat mengeluh sendiri. Udah malem gini, setoran masih jauh. Gara-gara macet berat, biasanya dapet berapa RIT, ini cuman separohnya. Lagi pusing ama urusan setoran deh. Nah, lagi kaya gitu, apa pedulinya ikut2 meleraikan orang. Salah-salah kita yang kena bogem mentah. Apalagi postur si abang ini gak gede-gede amat, malahan cenderung kecil bila dibandingkan si Ugal CS.

Tapi, ternyata, si Abang malah memilih untuk pasang badan, membela pihak yang benar tapi tertindas. Wah, salut. Masih ada yang peduli, masih ada yang mau membela kebenaran ditengah sulitnya keadaan yang menghimpit *taela bahasanya* Orang yang kupikir kasar, cuek, dan brutal, ternyata….dia pahlawan untuk kali ini dan mungkin pada kali-kali yang lain. Di Jakarta bo’ di Jakarta. Sementara banyak banget orang yang memilih untuk tidak peduli. Bahkan saat terjadi tindak criminal di depan mata sendiri, orang memilih aman. Memilih tidak ikut campur, yang penting gw selamet!

Hmm aku jadi berkaca pada diri sendiri. Apakah aku bisa seperti si abang ini? Yah bukan untuk tereak-tereak kasar kaya gt, tapi pada saat kita berada posisi di mana kita harus mengambil sikap. Pada saat kesalahan dan kesemena-menaan terjadi di hadapan kita sendiri? Punyakah keberanian untuk membela? Punyakah kepedulian untuk bersikap?

“Wah Abang Hebat deh tadi!” Spontan aku memuji.

“AH BIASA AJA MBA!” SAYA HANYA MEMBELA YANG BENAR”
Taela…
Kulirik, hidungnya sedikit membesar, dan ada sedikit senyum, tanda2 orang GR.

Ah biar aja si Abang GR, dia memang hebat kok tadi! Kaya Jagoan!

Yulia-Moz5 Salon Muslimah

Saturday, November 10, 2007

Franchise & License Expo Indonesia, JCC

Hari Jumat Aku sudah ke sana. Sudah gak sabar . Walau ternyata, Aku lihat pemainnya kebanyakan itu-itu saja. Eh, ada juga sih muka-muka baru *halah, plinplan* Makanan dan minuman masih mendominasi. Mulai dari model Bakso, burger, kebab, sampai café juga ikutan meramaikan ajang yang lumayan ditunggu-tunggu setiap tahun. Untuk pendidikan, wow agak surprise juga. Kali ini pemainnya lumayan banyak. Dan beragam. Mulai dari bimbel, sekolah, sampai ke ekskul, dll. Untuk kecantikan, sapa lagi kalo bukan grupnya Rudy dengan label Rudy Hadisuwarno, FunCuts, dan KiddieCut. Ada juga klinik perawatan kulit dan Nailspa. Udah gt doang. My Salon, gak ada tuh. Ehm, besar bgt kesempatan untuk Moz5 nih.

Ada juga jasa Slimming, Pusat Pelangsingan Tubuh. Hmmm bisnis ini oke juga, mengingat semakin hari semakin banyak orang yang kepengen langsing selain alasan kesehatan juga alasan estetika.

Untuk Fashion, kayanya belum ada deh. Hayoo, temans yang berbisnis fashion…..

Yang lainnya, untuk Automotive, yang menonjol tentunya Standnya AutoBridal. Begitu masuk Assembly Hall langsung di hadang sama AB ini. Yang lainnya adalah salon motornya, Gw Guyur. Trs ada juga juga Cipaganti Rental Car.

Aada BIRU, Jasa air minum isi ulang, Bisnis Center, dll. Bahkan, ada juga bisnis yang belum punya outlet loh. Jadi bisnisnya adalah menjual konsep yah. Gak masalah juga sih. Ada Ide, ada keahlian, tapi gak ada modal. Makanya ikut pameran untuk menjaring investor. Tapi kalo kaya gini masuk kategori franchise gak sih?

Oiya, ada lagi yang bikin surprise lagi dink. Ada teman yang kenal di salah satu seminar bisnis, akhir tahun lalu bisnisnya masih berdarah-darah. Tapi tahun ini udah ikutan franchise dengan 10 cabang yang sudah berdiri. Wah..keren. Semoga sih memang udah gak berdarah-darah lagi bisnisnya haha.

Melihat antusiasme pengunjung, yang untuk masuk aja harus bayar 50Rb, berarti paling tidak yang masuk ke sana sudah terseleksi. Kemungkinan orang yang iseng sambil lewat, atau yang nunggu waktu doang sih sedikit. Berarti pula, animo masyarakat terhadap bisnis franchise juga semarak. Ya iyalah, sekarang kesadaran entrepreneurship juga sudah meningkat drastis yah disbanding tahun 90an awal. Lihat aja, sekolah-sekolah entrepreneurship menjamur, belum lagi majalah-majalah dan seminar yang membahas wirausaha. Trs tambah lagi dengan komunitas-komunitas. Milis wirausaha aja ada berapa, hehe. Member Milis Tangan Di atas aja Udah ribuan. Wah tambah semangat nih.

Setelah puas menyambangi beberapa stand (banyak deh yang aku masukkin dan aku uprek-uprek) akhirnya aku Sempetin mampir ke Stand Bakso Malang Cak Eko. Sebelumnya aku lewat, mas henky sedang sibuk presentasi, begitu pula dengan mas hendy di Stand BabaRafi-nya yang kinclong dan ngejreng bgt. Sekitar jam6, sudah agak sepi. Maka aku hampiri mereka. Pertama ke Mas Henky. Dengan bawaan beliau yang kalem dan tenang, “ Beliau menyemangatiku. Udah pokoknya jangan tunda-tunda deh. TIdak ada alasan lagi untuk menunda. Langsung jalan aja mba. Kalau sudah jalan, kita baru tahu masalah-masalah, nanti pasti ada jalan keluarnya. Kalau gak jalan, yah mana bisa tahu masalahnya apa saja. “ Degh! Kok beliau jadi kaya paranormal yah, aku gak ngomong apa-apa, tapi sepertinya tahu apa yang ada dibenakku. Hehe. Atau wajahku menyiratkan itu semua, haha. Masih banyak lagi masukkan-masukkan yang dia berikan. Dengan gayanya yang Cool itu, ternyata malah bikin Panas…Panas…Panas…hehe. Menempati posisi stand di pojok dan belakang, tapi lumayan menarik perhatian. Apalagi dengan tampilan foto-foto outlet/cabang.

Lanjut dari mas Henky, aku bergegas menuju BabaRafi, sempetin Tanya ini itu kepada salah satu staff, dan mencoba testernya (aduhhh enak bgt beneran deh, sayangnya tester kan kecil-kecil ya, kurang bo’ sedangkan aku mau beli juga gak bisa, gak dijual!!). Aku menghampiri Mas Hendy, yang dengan gayanya yang khas menyambut aku. Dia surprise bgt ketemu aku di sana. Dan dengan antusias memperkenalkan aku kpd istri dan ibu Fen Safarita dari Melia Laundry yang terkenal itu loh. Pak Fen dari EU. “Ini Mba Yulia, Ratunya Salon Muslimah nih” . Sedikit berbasa basi, aku menanyakan biaya yang dirogoh untuk mengikuti ajang seperti ini. “Mba Yul, kita nanti barengan yah bulan Feb, OK??" Lagi-lagi aku dibuat panas. Waduh, feb nanti ikutan pameran? Hmmm…..”Ayo dong, gak ada salon nih. MySalon aja gak ikutan” Ujar mas Hendy, masih menyemangati. Iya juga sih. Setelah, Ngobrol ngalor ngidul, akupun segera angkat kaki dari sana. Daripada tambah panas hehe. Stand Kebab Turki BabaRafi ini menempati posisi yang sangat strategis. Dengan design yang sangat menarik. Keren deh.

Sempat juga ketemu mas Odi dari KoffeeTofie, aku tertarik buat bikin di Margonda nih. Konsepnya oke juga, kopi a la starbucks dengan harga warungan. Sesuai dengan hobi-ku ngopi. Janjian akan survey lokasi hari senin ini.

Sebenarnya, masih kurang sih, masih kepengen muter-muter lagi, tapi berhubung sudah merambat malam, aku segera angkat kaki. Sampai jumpa tahun depan, nantikan Moz5!

Yulia- Moz5 Salon Muslimah

Saking kepengen bgt sama Kebab, gara2 ngeliat2 brosur Babarafi, aku semalam makan DonerKebab di ArtaGading sampe 2 porsi! Pengenya sih makan Babarafi, yang suer deh enak bgt, cuman, cari-cari yang di klp gading tuh gak ketemu, hiks. Berarti pengaruh flyer/Brosur itu kuat bgt loh. Design yang menarik, warna kuning yang ngejreng dan memang dianggap sebagai warna yang meningkatkan selera makan. Ditambah lagi, aku emang orangnya gampang terpengaruh untuk urusan makanan.

Thursday, November 8, 2007

Totok Aura


Hmm buat yang belum familiar, mungkin penasaran ya.. Apa tuh?

Padahal sebenarnya sih metode ini umurnya udah ribuan tahun bo' cuman akhir2 ini jadi nge Trend bgt, secara kesadaran orang akan metode kecantikan alternatif terutama yang berbau-bau holistik meningkat.


Totok wajah. Yang mana dengan totok ini, aura inner beauty seorang wanita akan lebih terpancar * Hu'huyy* Lebih bersinar gitu loh. Gak perlu pake susuk tuh.


Totok pada wajah berfungsi untuk menjaga metabolisme hormon-hormon dalam tubuh, melancarkan peredaran darah, meredakan ketegangan (stres), mengurangi kerutan, dan mengencangkan wajah ini dilakukan selama lebih kurang 60 menit.Prinsip kerja totok ini yaitu menjamah titik-titik penting pusat syaraf. Jika titik-titik syaraf ini ditekan dengan bantuan teknik seni pernapasan sang penotok, peredaran darah menjadi lancar. Sistem metabolisme lancar ini akan membuat pasokan oksigen ke otak menjadi menjadi lancar juga. Nah, sistem kinerja kimia tubuh atau yang biasa disebut sebagai hormonal bekerja sebagaimana mestinya.

Bahkan, bisa mengatasi Insomia loh!

Kalau digabung dengan perawatan seperti facial, hasilnya akan lebih optimal lagi. Plus ditambah praktek Ilmu Ikhlas lebih dasyattt lagi hasilnya.

Penasaran? Buruan ke Moz5 aja (Margonda Only)

Atau u/ Info bisa call 0812 956 8015

Yuuuuk...

Yulia- Moz5 Salon Muslimah

Wednesday, November 7, 2007

Sibuk Apa?

It's not enough to be busy. The question is: What are we busy about?
-Henry David Thoreau-

Tuesday, November 6, 2007

Simplify Your Life


Lagi focus untuk simplify my life. Tapi gak jelas lagi nih sumbernya or link-nya dari mana.

Simak Yuuk...

1. Think about your values and write down those that really matter to you. What is most important? Spending time with family? Accumulating great wealth? Achieving powerful influence? Acquiring possessions? Expressing yourself? Learning new ideas? Experiencing adventure and travel? Maintaining excellent health? Socializing with friends? Contributing to the community? You can't do them all. Cut out activities that aren't consistent with your core values.


2. Write a list of goals you'd like to achieve. Focus on doing a few really well, rather than a lot in a mediocre way. You can't add hours to the day, but you can cut down on activities.


3. Say no instead of yes. People agree to requests from others because they like to please them.

Instead, realize that you have a right to say no. Creating plans or policies makes saying no easier. ("I'm sorry, I already have a financial planner." "I'm sorry, we already have a plan for giving to charities.")

4. Stop being a slave to communication tools. Do you really need an office phone, a home phone, a cellular phone, pager, fax, e-mail and internet ICQ technology?

5. Give away clerical tasks to others who can handle non-priority activities.

6. Stop spending time to save money. Instead, spend money to save time. Don't drive across town to save a few cents on a grocery item. It's not worth your time. Do hire someone to do chores you're not fond of. (Makanya aku lebih prefer ke indomaret or alfamart deket rumah, ketimbang ke Carefour, sangat jauh menghemat waktu dan uang!)

7. Cancel subscriptions to magazines you never get around to reading. Only read one newspaper per day.

8. Cut back on television time. Only watch those shows you decide on beforehand. Circle them in the television-listing magazine. Then turn off the television when the program is over. Cancel extra cable television packages for channels you rarely watch. Go for broke. Give up watching television altogether.

9. Clean out your basement or your office. If you're not using something, get rid of it. Put an expiry date on items when you can't decide to keep them or not. Get rid of them when the expiry date arrives.

10. Quit organizations that aren't contributing to your advancement, your network or your fun.

11. Automate repetitive, clerical, mechanical tasks. For instance, set up automatic bill payments. Include your automatic savings plan as part of your monthly spending.

12. Make a plan for the weekend that doesn't involve work. Plan to spend more time with your family or with people who make positive contributions to your life. Stop spending time with people who are a drain on your energy or vitality.

13. Carry a smaller wallet or purse. Start by cleaning out the one you've got. Get rid of unnecessary credit cards and other clutter that you don't use regularly.

14. Stop checking up on your financial portfolio every day. Most people invest for the long term. Checking your results daily adds to stress and might lead to expensive and unnecessary changes.

15. Make time for yourself. Set aside time each day to reflect quietly, go for a walk, plan for your future or meditate. Visit the park instead of the mall. (Atau ke moz5 kaleeee, untuk para wanita mah ;)

16. Cut back on debt. Consolidate your different debts into one and pay it off. Put your credit cards in a spot where you won't be able to use them until you're debt-free. Track your expenses for a month, then cut back your spending on items you don't need. For instance, pack a lunch rather than buying one at work. Mix and match your outfits rather than constantly buying new ones.

17. Consider renting a vacation home rather than buying. You won't be burdened by time (and money) spent in maintenance. Also, this allows you to visit a different spot each year.

18. Plan time for a vacation every year. Some people claim "I haven't had a vacation in three years" as if it was a badge of courage. It isn't.

19. Cut back on your children's planned activities. If they have to use a time planner to schedule their activities, and you spend all of your time taxiing them around, they're probably too busy.

20. Live closer to your work so you don't have to drive.

21. Take a moment each day to be grateful.
Gimana, OK juga untuk dicoba.
Yulia- Moz5 Salon Muslimah