Monday, November 5, 2007

Selamat Ulang Tahun Cinta!

Kemarin adalah hari ultahnya Kiya yang kedua, dan hari ini adalah ultahnya Caca yang ke tujuh. Waduhhhh anakku sudah 7 tahun?? Cepat sekali ya sepertinya waktu berjalan. Lha wong, kayanya masih kemarin tuh aku hamil caca. Dan kayanya lagi, belum lama tuh caca belajar berjalan, belajar ngomong, arrrrghhhh…! Anak-anak memang cepat besar.

Masih ingat dalam Bank Of Memory aku saat kiya mau lahir. Tepat jam 8.30 malam kiya lahir, padahal beberapa saat sebelumnya, suami-ku meminta aku untuk sabar menahan, menahan kelahira, supaya kiya bisa lahir di atas jam 12 malam yang berarti tgl 6 nov, biar ultahnya barengan sama kakaknya. Hwaaa Gubrak!!!! sementara aku udah gak kuat menahan sakitttttttt . Langsung ditolak mentah2 dengan sedikit amukan, hehe.

Memang, Tuhan mengirimkan anak-anak kepada kita para orang tua, adalah supaya kita banyak belajar lagi ya. Belajar menjadi individu yang lebih baik lagi. Seperti yang aku alami sendiri.

Caca, type anak Melankoli-Pleghmatis. Dia sangat sensitive, sangat hati-hati, dan perfectionis. Dia sangat peduli akan perasaan orang lain, sangat menjaga perasaan. Mudah beremphaty. Dan penyayang. Caca sangat penyayang entah kepada adik, sepupu, teman, pohon, binatang. Apa aja. Seringkali aku dibuat terharu juga.

Sifat perfectionisnya pula yang bikin dia selalu berhati-hati selalu segalanya musti dipersiapkan dengan matang. Dan yang kadang bikin senewen, gak mentolerir kesalahan. Semua juga harus rapih dan bersih. Sejak bayi, kalo kecipratan air setitik di bajunya dia ngotot musti ganti baju. Kena noda dikitttt aja, dia bisa uring-uringan. Apalagi kalo mo tidur, kain seprei ada yang kelipet dikit aja, dia ngotot harus dibetulkan sampe sepreinya mulusssss tiada lipatan. Gubrak!!! Sementara aku harus memberi pengertian kepada dia untuk belajar santai, belajar mentolerir apa2 yang gak seperti harapan kita, aku juga belajar untuk lebih rapih, lebih teliti, lebih sabar. Aku juga baru sadar, kesempurnaan itu juga penting. Untuk beberapa hal ya. Maklum, aku agak cuek, gak terlalu telitian. Belum lagi belajar lebih perhatian, lebih memikirkan perasaan orang lain, itu juga aku contek dari caca.

Caca juga senangnya aktifitas yang banyak mikir. Kalo diliat dari foto-fotonya masa bayi, keliatan bgt dia kalo main tuh serius bgt. Seolah-olah menganalisa, ini kenapa bisa begini ya, kalo digituin, gimana jadinya ya?? Hehe melakoli abis ya. Selalu mikir dan beranalisa hahaha. Dan untuk berpenampilan, seleranya, hmmm...tinggi juga. Dia juga termasuk konsultan aku dalam berpenampilan.

Caca juga Dreamer, dia punya buku impian loh! Dan dia senang sekali membaca buku impian aku, dan sering kali mengingatkan aku. Mama kan mau ini mau itu....ya kan?? Aduh senangnya, punya orang yang selalu ngingetin dream kita hehe.

Caca juga sangat pemalu dan tidak suka tampil. Pokoknya Caca anak ayahnya banget kali ya….



Sementara kiya, type anak Sanguin berat. Have Fun bgt deh. Ceria selalu, tertawa selalu, dan doyan ngoceh, senang bercanda, dan senang bertemu orang baru. Jadi rumah selalu ramai entah dengan celotehnya, tawanya yang selalu terbahak-bahak, atau dengan rengekannya. Easy going bgt. Tengah malem bangun aja, begitu matanya terbuka, langsung tersenyum lebar, kalau kita tegur langsung tertawa ngakak hehehe…Kalau lagi sakitpun dia tetap santai, tetap bercanda, tetap FUN. Bahkan waktu usia 1,5 thn kena sakit cacar, dia enjoy2 aja, ketawa2 aja, walo kadang meringis (gatel bgt kali ya). Dan kalau punya keinginan selalu dikejar terus sampai dapat. Pantang menyerah.

Dia juga gak pedulian, cuek abesz dah. Mo kotor kek, Mo basah kek, gak peduli. Yang penting, muter-muterin rumah, kesana kemari, gak ada istirahatnya. Apa aja di berantakin, apa aja dikerjain. Walaupun baru 2 tahun (dan belum bisa bicara jelas dan belum bisa jalan) aku udah bisa tahu sifat dan karakternya. (ya iyalah, emaknya..) Doyan makan pula, apapun kalo ada makanan mau dicoba…sampai kecoak pun pernah dimakan (Yikesssssssss, kalo ini aku yang ceroboh jagain dia, meleng dikit, tiba2 udah mengunyak kecoak) hwaaaaa.. pernah juga lagi motong2in cicak,haduhhhhhhhh…..kok binatang2 aneh itu bisa aja dia tangkap yah…
Tapi dia itu penolong banget loh. Kalau liat ayahnya sedang beberes persiapan ke luar kota, pasti dengan antusias dia membantu membereskan. Atau kakaknya sedang sibuk mengerjakan sesuatu dia selalu sibuk membantu. Walau jadinya malah bikin berantakan, hahaha.

Nah, kalo kiya nih, kayanya anak mamanya banget deh…hehehe

Nah dari kiya ini aku belajar untuk lebih FUN, lebih enjoy, lebih ceria, dan lebih Asik-asik aja. Bahkan dari kiya pun, sebagai orang tua kami belajar untuk lebih sabar. Waktu usia 1 tahun, sempet di vonis yg serem-serem sama dokter-dokter, tapi kalau kita mau sabar, mau usaha, insya allah semua yang kita doakan akan terwujud.

Wow…what a wonderful life…memiliki mereka sebagai anak-anakku. Justru karena merekalah, aku seperti sekarang ini.

Sungguh, Tuhan mengirimkan malaikat-malaikat kecilnya untuk menjadi tauladan bagi kita…
Selamat Ulang Tahun Cinta!
Yulia-Mamakiya dan Mamacaca

Sunday, November 4, 2007

Minggu yang Funntastic

Minggu yang luar biasa!! Dengan aktifitas yang tidak biasa, bertemu dengan orang-orang luar biasa!

Meskipun…sepanjang minggu Jakarta diguyur hujan deras, dan sempat basah kuyup kehujanan, tetap, minggu kemarin luar biasa banget.

Diawali dengan senin minggu lalu, aku berkesempatan ngopi bareng sama Hendy Setiono, Franchisor Kebab Turki Baba Rafi (KTBR). Bertempat di Mr Bean Coffee, Citos, aku datang 15 menit lebih dulu dari waktu yang disepakati. Iyalah, aku gak mau datang terlambat. Dan ternyata beliau datang tepat waktu!!! Dari situ aja aku udah terkesan. Anak muda (24 thn bo’ gw jadi ngerasa udah tuaaaa bgt hehe) yang luar biasa, gak cuman bisnisnya, tapi personal skill yang canggih. Apalagi untuk seumuran beliau. Cara beliau berinteraksi, berkomunikasi, wowwww hebat bgt. Gak focus pembicaraan sama dirinya sendiri, pandai mendengar, pandai mengajukan pertanyaan, smart memberikan nasihat, wah ok bgt deh. Les Giblin bgt hihihihi (buat yang suka buku2 Les Giblin). Gak pelit ilmu. Banyak yang beliau share ttg franchise. Belum lagi support dan dukungannya terhadap moz5. No wonder lah bisa sukses di usia muda. 90% kunci kesuksesan adalah Sikap. Sikap terhadap orang lain adalah salah satunya. Perbincangan selama 4 jam-pun menjadi tidak terasa lama, malah terasa kurang. Aku bersyukur, mendapat kesempatan berbincang dan menimba ilmu dengan beliau. Apalagi saat bicara ttg Dreamsnya wah….aku jadi ikut-ikutan semangat. Itu sebabnya aku sering kali menanyakan dreams kepada siapa saja. Kita akan ikut semangat!! Buat Jeng Doris yang penasaran, ntar aja ya di mastermind kita bahas lebih lanjut. Maaf, gak jago merangkai kata-kata via tulisan. Mendingan secara Verbal hehe. *ngeles.com*

Lanjut dengan kegiatan harian selama seminggu, yang ternyata banyak kejadian dan small winning, yang membuat aku menjadi bersemangat. Ada sih masalah2 pribadi yang cukup menguras energi dan perasaan *hehe apa coba* Tapi karena diisi juga dengan bertemu teman2 lama, maka jadwal makan bersama-pun padet bgt deh. Judulnya, Tour De Mall. Mulai dari Mal Gading, PS, Citos, Plasa Semanggi, dan Sarinah. Hahaha.





Bersama para wanita karir yang merangkap "Super Mom" Sayang, Sovia gak bisa gabung.


Bertemu dengan salah seorang teman lama. Sudah lama tidak bertemu dan sekarang ternyata sudah sukses. Bukan di dunia bisnis, tapi dunia akademisi. Setelah lulus dari S2 di sebuah Negara di eropa sana, beliau sekarang menjadi dosen di PTN dan Swasta terkenal di Jakarta. Dari beliau juga aku diingatkan lagi sama mimpiku yang sudah lama terkubur, menjadi aktifis di dunia akademisi. Yah, someday lah bakal terwujud. Yang surprise komennya waktu kami bertemu, “Yuli kok kayanya gak berubah ya?? Masih begitu2 aja??” “Lho maksudnya apa nih??” Dalam hatiku sih, haduh aku masih gini-gini aja ya gak ada prestasi huhuhuhu…”eh ternyata itu komentar spontan dia yang melihat aku kok masih kaya dulu, sebelum nikah, masih kecil aja, gayanya juga masih sama walaupun sekarang sudah berstatus emak-emak beranak dua. Hahahahaha, kirain dia mo komen kehidupanku yang tidak ada perubahan nasib hahahahaha *makanya yul, jangan suka sensi hihihihi*

Ada juga berita dari Sahabat super special-ku, yang sejak lulus SMA dia melanglang buana di eropa dan kemudian menikah dan menetap di jerman. Sekarang dia ada di Jakarta untuk beberapa waktu!!!!! Hwaaaaaaa…seneng bgt. Minggu ini kita janjian akan ketemuan. Hehe, meski sudah sama-sama di Jakarta, dan sama-sama di priok, tapi tetepppppp mau ketemuan aja susah bikin jadwalnya hahaha….Plis deh, bahkan untuk ngobrol2 di telpon aja, musti janjian dulu.
Yang gak kalah serunya adalah, Halal bi Halal Tda hari minggu kemarin. Walau diguyur hujan deras dan kehebohan aktifitasku di pagi hari yang bikin aku harus datang telat ke HBH. Para tamu spesialnya itu loh, oke2 banget. Ada Valentino Dinsi, Ada Alfi Distributor Alat-alat gunung yang sukses menjalani bisnis dari hobi, ada Mas Hario Suprobo (hehehe “Ustadz Thaha” favoritku terutama suamiku ) sampe Mas Henky “Baso Malang Cak Eko”. Wah seneng bgt deh. Rugi deh kalau gak datang ke HBH kemarin. Belum lagi banyak wajah2 baru dari teman-teman TDA. Jadi nambah teman, nambah silaturahmi. Doorprize juga melimpah, hehe lumayan kebagian rezeki dapat doorprize.


Mba Helva, Mba Ines, My Caca, dan sapa tuh??


Pak Roni, Pak Junaedi, Mas Hario, Pak Hertanto, Pak Faif, dan ....



Mas Henky yang sukses dengan Franchise Bakso Malang Cak Eko (Salah satu Member Tda yang gw kagumi)


Dan di Minggu Pagi bertemu pengusaha sukses yang benar-benar meniti bisnis dari bawah. Semangat dan etos kerja beliau selama membangun bisnisnya sangat luar biasa. Tapi lagi-lagi, beliau bicara ttg sikap. Sikap kita kepada Dreams kita, sikap kita kepada bisnis kita, dan sikap kita kepada orang lain. Sangat menginspirasi aku.

Semua pasti LoA ya. Aku memang lagi pengen belajar dari mereka. Mulai dari Hendi dan Cak eko, aku memang kepikiran wah asik nih kalo bisa ngobrol sama mereka, eh dalam hitungan hari kesampaian loh! .

Sunday, October 28, 2007

Pesta Blogger itu

Akhirnya, kesampean juga niat dateng ke pesta blogger di Blizt Megaplek yang meriah
Hari Sabtu, 27 Oktober 2007, Berkat bantuan Sobat, Eno dari Bubu.com hehe. Tks Bek! Penasaran aja kaya apa sih perhelatan blogger, yang mungkin mencetak sejarah pergerakan blog Indonesia. Sampe,Menteri Komunikasi danInformasi Muh Nuh aja dateng bo’ .Sedikit kasih wejangan trs ngasih tugas deh, tugasnya walo gw pikir tuh lebih ke aksesoris ya. Lebih ke pernak pernik, coba simak aja tugasnya :
1. Membuat 'lagu kebangsaan' komunitas blogger.
2. Membuat pertemuan rutin bulanan/tahunan pagi para blogger.
3. Membuat event Penganugerahan Blogger Award.

Hehe…
Acara yg emang heboh ini, mirip kaya kopdar kali ya. Ajang ketemuan para onliner. Aku juga sibuk cari-cari beberapa tokoh yang sering Ta' sambangi blog-nya. Aktifitas tuker2an kartu nama dan link, TETEPP yaw.

Tapi yang paling menarik ada diskusi di Break Out Session. Tadinya aku dateng karena pengen bgt ikut diskusi di Women Issue. Tapi apa daya, pas ngobrol2 sama temen2 dari TDA, ada pak Roni, Pak Hendi Babrafi, mas muslih, pak faif, dll, eh aku malah keseret mereka ikutan di Internet Marketing di moderatori o/ Pak Nukman. Tapi seru juga sih. Seru abis malahan. Yang gw kira tuh di sesi ini kita akan membahas ttg gimana mencari duit di dunia internet aja, eh kecele. Ternyata pembahasan seru bgt. Lebih ke bagaimana mengoptimalkan blog kita. Fyuh.. Aku baru tau kalo ada istilah familarity, trs ada istilah, wah macem2 deh. Dasar gw masih awam kali ya.

Yah, seperti yang kita ketahui, bahwa bisnis internet juga sama saja seperti bisnis konvensional.Kita harus pinter2 juga mendesign toko supaya meanarik dengan isi yang ok juga, trs harus pinter menarik orang datang ke toko kita, gak cuman sampai depan toko, tapi masuk ke toko kita. Trs juga melakukan transaksi. Trus gimana caranya orang mau balik lagi ke toko kita even cuman liat2 doang. Trs gimana kita bisa menselaraskan apa yang kita brandingkan dengan produk/service kita sendiri. Suapaya orang gak kecele. Getooo kata Pak Nukman, yang tentunya diamini oleh para peserta diskusi.

Dan dari dunia internet inilah, banyak bermunculan profesi2 baru. Kaya Web Design, Web Development Konsulting, Sampe Humas Web, malah ada Internet Marketing Communication Consultant *wuih panjang ya bo'* dll deh.

Pada sesi kesimpulan, aku paling tertarik pada kesimpulan diskusi women issue *yang gak aku ikutin sama sekali diskusinya* ternyata kebanyakan blog para perempuan, lebih banyak bicara anak. Resep dan keluarga. Monoton. Sering kali yang diulas adalah aktifitas. Pagi urus anak, trs kepasar trs masak. Gt aja. Gak ada learningnya. Gak ada unsur pembelajarannya. "Oooo IC…" dalam hati. Walau gak bisa dipungkiri ada juga blog yang isinya cuman resep2 doang, malah menggerakkan perekonomian walau dalam skala kecil. Sperti blog dapur bunda yang isinya reseppp semua, tapi justru dari resep2 Alm. Inong ini banyak yang berbisnis seputar makanan. Wuihhhhh!!

Padahal, mengutip mylafaiza *gak tau deh aku selalu susah melafalkan dan menuliskan nama violin cantik ini*, yang mewakili celebrity blog, blog adalah sarana kita to reach out the world. Dengan blog, kita menjangkau dunia. Berarti dengan blog juga kita mengungkapkan pikiran-pikiran kita kepada dunia. Lah, masalahnya, kalo emang dipikiran itu adanya anak, keluarga, dan dapur juga, gak salah dong kalo blog para perempuan isinya gitu aja? Hehehe. Tapi seperti kata bang Enda, pengennya ada pembelajaran yang didapatkan pembaca. Pada saat mengunjungi blog, ada sesuatu yang didapatkan. Kalau cuman isinya kaya agenda harian, apa yang didapat dong. Ya gak Bu, Pak??

Tapi apapun itu, Nge-blog lah dengan Cinta. Hu’huy…ini yang ngomong bang Enda atau Pak Nukman ya? Lupa deh. Dan ditanggapi oleh Bung Wimar denan “ Bercintalah dengan Goblok” hehe.

Trs juga ada pengumuman milis2 terfavorit di setiap kategori. Ttg hal ini bisa cek di pestablogger.com deh.

Jangan takut salah menulis. Mulailah ngeblog. Kita rubah dunia menjadi lebih baik dengan pikiran2 yang kita sampaikan. Walau hanya dengan kata-kata.

Hari jumat kemarin, aku sendiri baru aja diwawancara oleh kantor berita jepang, Kyodo. Menurut wartawannya, yang baru sampe Indo hari Kamis, dia tau aku dari Blog-ku dan tulisan2 lain seputar aku! Search Di Internet. Wow..saat wawancara aku sempat melirik, tulisan2 ttg aku dalam bahasa jepang. Hihi, ada gitu yah yang menterjemahkan. Beliau tertarik dengan konsep MOz5 Salon Muslimah dan Moz5 Aksesoris. Dan dia juga tertarik oleh pikiran-pikiran yang seringkali aku tuangkan di blog. wow. Beneran dengan blog kita bisa menjangkau dunia hehe. Atleast aku udah Go International lah, hehehe.

Ehmmmm Maaf yah, bakat selebritis aku sih udah terbentuk jauh2 hari tuh. Dulu sekitar tahun 98-99 waktu sekolah dijepang, aku udah sering diliput media sana. Wawancara Radio, TV, tabloid, sampe masuk majalah, 8 halaman khusus liputan ttg aku, hihihihi. *Yaiyala, Gw Gt*

Yuukkk Mari'
Yulia-moz5 Salon Muslimah

Semalem, dinner dengan teman2 ku di ShabuTei Kelapa Gading. Ternyata 4 dari kami berlima kemarin itu habis pada luluran di tempat berbeda2. Ada yang di Spa, di salon, dan aku di Moz5. Dasar perempuan ya! Gak heran tuh, moz5 salon kemaren rame bgt bgt. Seperti biasanya di weekend.

Thursday, October 25, 2007

TDA ada Di Nova!

http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=15004&no=2

Komunitas Tangan di AtasTULARKAN "VIRUS" JADI PENGUSAHA
Inilah perspektif baru sekumpulan pengusaha. Selain ingin lebih banyak memberi kepada karyawannya, mereka juga saling membagi informasi. Berdiri tahun 2006, jumlah anggota Komunitas Tangan Di Atas (TDA) saat ini mencapai 1.300 anggota. Dengan perspektif baru, komunitas ini berangkat dari ide bahwa tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (diberi). "Konsep ini sebetulnya sudah lama dikenal, tapi lebih antara pengemis dan pemberi sedekah. Nah, dengan perspektif baru, yakni dengan menjadi pengusaha, tangan bisa lebih di atas lagi, karena bisa memberi ke lebih banyak orang," kata Roni Yuzirman (34), founder TDA. Jenis usaha yang digeluti anggota TDA beragam, dari garmen, IT, pendidikan, salon, katering, pernak-pernik, sepatu, dan sebagainya.

Semua berawal dari blog milik Roni, http://www.roniyuzirman.blogspot.com. "November 2005 saya mulai nulis blog, isinya sebetulnya sharing pengalaman bisnis saya, terutama waktu hampir bangkrut, dan kemudian bangkit lagi. Ternyata, banyak pembaca blog yang memiliki pengalaman yang sama. Dan ternyata banyak yang butuh teman untuk berbagi, kemudian cari solusi bersama. Akhirnya, berkumpulah para pembaca ini, lalu kami buat talkshow-nya, kopi daratnya-lah," lanjut pemilik Manet Busana Muslim Plus.

Kopi darat berupa talkshow digelar 22 Januari 2006, sekaligus menjadi tanggal berdirinya Komunitas TDA. "Di talkshow, kami mengundang tokoh yang kami anggap berhasil, yaitu H. Ali." Talkshow ternyata tak berhenti sekadar ceramah, tapi langsung take action, elepas acara, "Kami langsung ditawari H. Ali untuk mengisi toko-toko milik beliau yang kosong di Mangga Dua, gratis selama setahun. Nah, 12 di antara 40 peserta talkshow akhirnya menyambut tawaran tersebut dan bergabung. Seminggu setelah talkshow, kami langsung buka toko. Sebagian lainnya buka di Tanah Abang."

JALAN LEBIH CEPAT
Untuk kebutuhan komunikasi 40 orang itu, dibuatlah milis. "Jadi, milis itu awalnya untuk koordinasi antara kami ber-40. Tapi belakangan, orang luar pun tertarik gabung, sampai akhirnya seperti sekarang ini," kata Yulia Astuti (31), founder TDA yang lain. Karena banyaknya member dengan beragam usaha dan minat, akhirnya dibuat divisi-divisi sesuai jenis usaha atau minat anggota, mulai TDA Garmen, TDA Seluler, TDA Edukasi, TDA Food, dan sebagainya.

"Intinya, dengan bersama, bargaining kami jadi lebih bagus. Misalnya dalam hal memilih lokasi usaha. Kami bisa menawar. Kalau sendiri-sendiri, tawar-menawarnya berat, ramainya lokasi juga lama. Kalau langsung 20 orang, kan ramai. Ibaratnya mau narik semut, kami bikin gulanya dulu biar ramai, " lanjut Roni.

Divisi lainnya misalnya TDA Franchise. "Teman-teman yang berminat di franchise kami akomodir. Misalnya dengan mengunjungi pameran franchise," Ada juga TDA Book Club. "Buku dan diskusi sebagai dasar bisnis, bukan semata untuk komsumsi otak, tapi dipraktikkan. Jadi, kalau ada member baru, kami rekomen mereka untuk membaca buku A misalnya, supaya sama persepsinya."

Roni mengakui, tak semua divisi jalan. "Tapi minimal kami akomodir dulu. Kami sebetulnya cuma memberikan spirit, selebihnya terserah anggota masing-masing. Jadi, TDA sebetulnya lebih menebarkan virus kebersamaan. Bahwa dengan bersama-sama, kami bisa lho, lebih mudah, dan sekalgus terjadi akselerasi. Ibarat berjalan di eskalator, tangganya sudah berjalan, kitanya berjalan juga. Jadi lebih cepat," lanjut Roni.

Dan ini terbukti, "Misalnya kalau buka usaha sendiri, ketika susah, teman nggak ada, ya sudah merenung saja. Kalaupun ketemu solusi atau jawabannya, bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Intinya, semua proses untuk menjadi pengusaha tetap harus dijalani, cuma lebih cepat."

Secara moral, begitu masuk menjadi anggota, 3 bulan pertama harus sudah take action bikin usaha. Ada 3 kategori member TDA, yaitu yang belum punya bisnis, yang sudah punya bisnis (full TDA), dan yang sudah berbisnis tapi masih kerja juga (amfibi). "Setiap kategori, kan, punya kebutuhan. Untuk yang baru mulai, kami targetkan 3 bulan sudah harus take action. Di TDA, kami enggak hanya tukar informasi atau diskusi, tapi harus terlibat. Anda belum jadi apa-apa kalau belum berbagi di sini. Macam-macam, kalau yang ahli pajak, ya kasih ilmu tentang pajak, dan seterusnya. Belakangan, kami bikin mastermind-mastermind, yaitu program per divisi."

Roni juga menegaskan, TDA tidak menjamin bisnis seorang anggota bakal berhasil begitu saja. "Bisa juga gagal. Tapi, dengan kebersamaan, permasalahan anggota bisa di-share dan dicarikan solusinya. Kami, sih, berharap, semua anggota TDA bisa jadi pebisnis tangguh. Bukan hanya jumlahnya yang banyak," lanjut Roni yang pernah menerima penghargaan Swa Enterprise 50.

TDA SRIKANDI
Dampak virus TDA teryata memang luar biasa. Paling tidak, itu diakui anggota-anggota TDA yang sudah take action dan berhasil. Yulia, yang juga founder TDA, mengaku memperoleh banyak ilmu dengan bergabung di TDA. "Anggota TDA kan memang pengusaha. Kadang-kadang, kalau sendirian, begitu ada masalah, bingung mau diskusi sama siapa. Nah, di TDA, diskusinya nyambung, dan dapat solusi. Enaknya, orang-orangnya juga suka berbagai, enggak pelit sama ilmu. Jadinya, kami bisa belajar dari pengalaman mereka," kata ibu 2 anak yang juga pemilik Salon Moz5 (baca:muslimah).

Yulia sendiri memilih bisnis salon muslimah, karena potensinya ada. "Salon itu kebutuhan bagi perempuan. Dimana-mana ada salon, sama kayak bisnis makanan. Tapi, dari pengalaman saya, agak susah nyari salon khusus buat muslimah. Saya pikir, pasarnya besar, kenapa enggak bikin salon khusus muslimah saja."Saat bergabung menjadi anggota TDA, bisnis salon Yulia sudah berjalan. "Pas ikut TDA, saya lihat kok banyak anggotanya yang pengusaha retail dan garmen. Awalnya, saya sempat ikut-ikutan bisnis garmen. Apalagi, waktu itu memang lagi ingin nyari usaha lain selain salon." kata Yulia yang selain memiliki 4 cabang Salon Moz5, juga berbisnis aksesoris.

Yulia juga menjadi koordinator divisi TDA Srikandi, yaitu anggota TDA perempuan. "Anggota TDA kan kebanyakan laki-laki. Nah, kami, anggota perempuan, juga ingin punya wadah sendiri, makanya dibikin TDA Srikandi. Kegiatannya sih sama juga, ngumpul, diskusi. Kadang-kadang juga bikin acara bersama. Misalnya, perawatan tubuh. Jadi, selain mikirin bisnis, merawat tubuh juga penting," lanjut sarjana Sastra Jepang UI yang berhenti bekerja dari sebuah perusahaan Jepang tahun 2004.

Salah seorang anggota TDA lain adalah Mutia Nasution (28), yang membuka Tootie Kidz Center dan Senopati Kidz Center, pusat terapi bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Mutia mengaku TDA memiliki kekuatan terutama di jaringan. "Mereka sangat men-support anggotanya, apalagi yang sudah full TDA," kata Mutia. "Meski jenis usahanya beda, tapi secara teknis kan, banyak yang sama. Misalnya soal cashflow atau menajemen kepemimpinan. Saya belajar soal itu di TDA."

Bentuknya kebanyakan sharing. "Misalnya, kalau ada anggota yang down, anggota lain men-support, 'Ayo, bangun lagi mimpinya. Kamu bisa, kok.' Mereka juga ngasih ilmu tanpa syarat. Prinsipnya, kamu kasih dulu, jangan meminta melulu. Makanya disebut TDA. Ilmunya disebarin, pasti nanti dapet hasilnya," kata lulusan D3 Rehabilitasi Medik FKUI yang sempat bekerja di beberapa Klinik Anak sebelum memutuskan membuka usaha sendiri.

KLUB 11 DIGIT
Ingin memiliki profit 11 digit (puluhan miliar) rupiah, sebaiknya bergabung ke Klub 11 Digit TDA. "Kami ingin semua anggota TDA jadi pengusaha kakap. Kalau yang sudah punya bisnis dan jalan, kebutuhannya kan makin meningkat, bukan lagi soal bagaimana memulai usaha. Makanya, kami buat Klub 11 Digit, yang anggotanya adalah mereka yang memiliki profit usaha minimal 9 digit," kata Roni Yuzirman.

Anggota Klub 11 Digit saat ini ada 20 orang. "Tahun depan targetnya 200 anggota-lah. Kami maunya TDA menjadi komunitas yang berperan secara signifikan, enggak sekadar jumlah." Program Klub 11 Digit adalah bagaimana bisa lebih cepat memperoleh profit 11 digit (puluhan miliar) dalam waktu maksimal 5 tahun. "Kegiatannya informal, sharing pengalaman aja. Misalnya, A main saham, B di IT, C di makanan. Nah, kami diskusikan, mana yang lebih cepat menghasilkan profit. Kalau A lebih cepat, bisa saja si B ikut main saham," lanjut Roni.

"Biasanya, untuk mempercepat proses menjadi 11 digit, disinergikan dengan bisnis lain, misalnya bisnis properti. Karena kalau dari bisnis inti saja, nunggu 11 digit bisa lama banget," timpal Yulia, yang juga salah seorang anggota Klub 11 Digit.

Wednesday, October 24, 2007

Kenangan Galunggung

Suasana lebaran setiap tahun selalu berkesan, bahkan semakin berkesan. Seperti halnya bulan ramadhan, suasana iedul fitri selalu bikin kangen. Suasana silaturahmi, berkumpul dengan keluarga inti, keluarga besar, sanak saudara, teman-teman. Semua orang bergembira, sepertinya, semua orang berbagi kebahagiaan.





Liburan lebaran kemarin masih terkesan sampai hari ini. Kami berlibur ke Gn Galunggung, Tasikmalaya Jabar. Indah banget. Walau harus ikut2an ngerasain macet total di Nagrek Jawabarat. Jkt-Tasik, yang biasanya 5jam perjalanan mobil, kemarin mencapai 13 jam! Wow..Tapi karena mudik bareng seluruh anggota kel besar, maka saat-saat macet diisi dengan gelak tawa dan canda, sehingga mengurangi kejenuhan. Sesekali bertukar kabar dengan teman-teman via sms. Sempet juga sih ngopi2 di Excelco di Rest Area Cikampek :)

Kami menginap di lereng gn galunggung, kampung Gn Sari. Indah banget. Suasana alam yang asri sangat kental. Hijau dimana-mana. Menariknya hampir semua rumah memiliki empang. Kolam ikan air tawar. Jadi sehari2 kami makan gurame goreng, nila, macem2 deh gak hafal nama2 ikannya Jplus lalapan plus sambal terasi, hwaaa nikmat bgt. Walau sering makan di Saung Resto Sunda, tapi kali ini benar-benar beda nikmatnya bo’ Nyammm belum lagi kita puas bgt makan gurame goreng hasil tangkapan. Gede-gede dan garing pula’ ayyyaaaaaaaahhhhhhh.

Perjalanan ke Cipanas Galunggung dan telaganya juga seru. Suguhan pemandangan indah yang gak habis-habis. Belum lagi berendam di cipanasnya. Wuihhhhhhhh Seru bgt! Anak-anak seneng bgt deh main di kali yang airnya hangat cenderung panas. Aku puas2in aja gosok2 kakiku dengan pasir di kali. Panas sih, tapi setelah mandi2, kulit jadi bersih bgt loh. Aku sendiri puas2in berendan air panas (sumpe deh, airnya panasssss bgt!!!! dari beberapa cipanas yang pernah gw datengin, di sini paling panas!) Di ruangan private yang bersih, aku berendam berduaan sama Mama. Wah kesempatan langka bgt, udah puluhan tahun gak mandi bareng Mama. Tapi bener kok, aku yang saat itu sedang pegal-pegal, dan perutku sedang kram bgt, ajaib setelah berendan kurleb 15 menit langsung sembuh loh. Hm…pengen balik lagi nih.

Btw, Gn Galunggung ini sangat berkesan bagi aku dan keluargaku. Sejak jaman sekolah kami sering main ke sini. Sering kali saat mengalami masalah berat. Terakhir sih ke sana saat mengantar adikku yang saat itu sedang diuji cobaan yang berat. Mungkin karena suasana alamnya yang masih kental, masih tenang bgt. Energi Positif bertebaran dimana-mana. Membuat suasana hati menjadi tenang juga ya. Ingat buku Celestine Phropecy. *Spell?*

Kemungkinan bulan depan kami sekeluarga akan kembali ke sana. Libur kemarin masih kurang, hehe…Buat yang penasaran, nikmati foto2 nya, walaupun tetap tidak seindah warna aslinya…
Yulia-moz5 Salon Muslimah
Aku lagi ketagihan Kopi Luwak nih. Berawal dari mas ary beli coffee maker dan kopi luwak. sekarang jadi betah ngopi di rumah, hehe lumayan berhemat ketimbang ngafe mulu.

Tuesday, October 23, 2007

Seputar Moz5


Ini ada cuplikan tulisan ttg moz5. Dari sekian banyak, beberapa yang akan disharing.Biar yang baca semakin semangat ngeMoz, hehe...

Salon ini punya-nya Mbak Yulia lulusan Fakultas Ilmu Budaya (Fakultas Sastra) Universitas Indonesia. Jurusannya Jepang kayaknya, coz sahabatnya tetangga saya yang lulusan Jepang UI. Hehehehe gak penting banget siy.Yang penting adalah mampir aja ke Moz5 kalo lagi ke Margonda, Depok...Lumayan koq treatment salon-nya :)Saya senangnya sama aksesoris2x di boutique Moz5, soal-nya kreasi langsung dari mbak Yulia ini, lucu-lucu nan cantik. Creative!
http://jendela-luluk.blogspot.com/
Menyambangi Salon Muslimah
Entah saya yang cuek tidak pernah merawat diri ke salon ataukah keadaan tubuh saya yang oke banget, menyebabkan saya seumur-umur tidak pernah pergi ke salon. Untuk mencoba luluran, ah itu bisa dilakukan di rumah, atau potong rambut dengan potongan yang stylist, mmm… kebetulan ada seorang tante yang lulusan sekolah salon. Lumayan kan gratisan. Padahal banyak teman, rutin menyambangi salon untuk perawatan rambutnya, atau teman lain yang menjalani perawatan tubuh menjelang pernikahannya. Saya, males tuh.
Sampai suatu ketika, saya merasa terganggu dengan masalah rambut yang tidak bisa dimaafkan. Shampo sehebat apapun tidak mampu mengatasinya (jangan percaya bahasa iklan deh!) Kalau dibiarkan terus, saya khawatir investasi saya untuk masa depan jadi rusak (cihiiy..). Jadi, harus ke salon nih! Setelah tanya sana sini, direkomendasikanlah sebuah salon muslimah yang cukup populer di bilangan Margonda Raya.
Di salon muslimah ini, cukup menyenangkan. Kita harus buat janji dulu agar semuanya disiapkan. Ruangannya nyaman dan aman karena laki-laki/non-muhrim dilarang masuk (iyalah!). Alat dan bahannya cukup lengkap. Mbak-mbaknya ramah. Snack dan minum juga ditawarkan. Bacaannya, wah! Dari An-Nida, Tarbawi, aneka majalah wanita, tabloid infotainment, komik manga Jepang, buku-buku Faudzil Adhim, sampai puisi-puisi Khalil Gibran, ada. Musik? Saya terheran-heran tapi juga nyengir-nyengir sendiri mendengar alunan suaranya Glenn Friedly dengan Januari-nya sampai Britney Spears dengan Everytime-nya (salon muslimah kok gini??). Terakhir ditawarkan juga untuk menjadi member, dengan bonus gratis treatment tertentu pada saat kita berulangtahun atau setelah kunjungan ke sekian kali. Ditawarkan pula untuk menjadi anggota mailing list salon tersebut agar kita tahu perkembangan terakhir salon dan agar dapat diingatkan untuk datang pada hari kita berulang tahun. (haa?milis salon?ada-ada aja).
Trus, rambut saya? Hmm.. saya memilih treatment masker rambut. Pertama, saya harus mengenakan kemben jawa agar pakaian saya tidak basah. Kemudian rambut saya dicuci bersih di ruangan tempat cuci rambut. Pindah ke ruangan utama salon, berikutnya rambut saya diberi semacam tonik dan dimasker. Sambil menunggu waktu masker bekerja di kulit kepala, bahu dan kedua tangan saya di-massage dengan minyak + lulur wangi (ah, ini favorit saya!). Terakhir, rambut saya dicuci-bilas lagi. Total waktu yang dihabiskan kira-kira satu setengah jam.
Saya sarankan, untuk muslimah berjilbab yang ingin menjalani treatment rambut, sebaiknya datang pada akhir pekan. Karena sudah pasti, seperti saya, anda akan takjub pada hasilnya dan ingin menikmatinya lebih lama. Saya belum dapat memastikan apakah masalah rambut saya teratasi dengan hanya datang ke salon 1 kali, tetapi setidaknya sepulang dari salon, rambut saya kini wangi, terawat rapih, mudah diatur dan terlihat sehat. Dan yang pasti, sekarang saya jadi sayaaaaang deh, sama rambut! ;D

Anonymous said...
sebetulnya salon muslimah itu banyak. Ada juga di bilangan Pasar Minggu, namanya Anniefa. trus, di margonda juga ada Fafa-Fifi, dulu di deket jalan kober juga ada salon Enes. Sekarang..dah keseringan tutup. apa emang dah tutup? Bella Studio yang masih di jalan Margonda ( tapi jauh dari UI soalnya udah deket ke Mall Depok ) juga nyediain ruangan khusus untuk muslimah. Tapi nggak tahu deh, salon yang satu ini bebas dari non muhrim ato enggak. Tapi..berdasarkan pengalaman pribadi, MOZ5 yang paling enak. Mbaknya ramah, pelayanannya sama untuk semua pelanggan, nyaman deh. Cuma yang nggak nyaman itu harganya..mahal banget nek!

A day in Depok
Hehe akhirnya kesampaian juga hari ini buat ke salon. Hari yang paling ditunggu-tunggu... susah kan cari hari baik seperti ini ;)) setelah kamis siangnya janjian sama Dewi via SMS, booking buat hari Jumatnya, jalan juga pagi ini ke Depok. Punya rumah di Bekasi, kerja di bilangan Thamrin sana, eeh nyalonnya ke Depok :D Jauh amat yakk. Abis mo gmana lagi, nyari salon seperti Moz5 susah banget selain di Depok. Dari jaman kuliah dulu udah kepincut sama ini salon. Mbak-mbaknya ramah dan baik hati..ngertiin banget maunya para pelanggannya. So far aku ngerasa cocok banget sama pelayanan di salon ini dan untuk urusan pembelanjaannya, karena aku dari dulu member disini, jadi dapat diskon 5%. Dan nggak perlu khawatir, pun tanpa jadi member masih tergolong ramah dengan isi dompet :P

Yulia-Moz5 Salon Muslimah

NgeMoz


Hari ini, Aku beruntung. Dapat bonus spesial di salon lagi hehe. Bonus bisa terlelap 15-20 menit saat perawatan! Senangnya, bisa mencuri2 kesempatan tidur siang. Sambil Hair Spa, sambil Reflexy. Duh, maknyussss bo'


Kembali ke salon. Kembali menikmati suasana salon. Gak sekedar perawatan2nya yang emang aku maniak banget. Maniak ngeMoz *Ya iyalahhhh* Tapi juga menikmati ngobrol2 dengan tamu yang datang. Sering kali malah kita jadi temanan, dan gak sedikit kita malahan jadi sobatan. Berbisnis dan menjalin silaturahmi.


Kadang aku terbirit-birit ke salon saat ada sahabat moz5 yang datang berkunjung dan ingin ngobrol denganku. Sekedar ngobrol. Namanya juga Yulia, hayooooo aja lagi. :)) Kadang malahan kita jalan makan bareng, atau shopping bareng haha. Part of Service, dan gw bangettt :P Kadang2 juga, sesama pelanggan juga jadi temenan. Kadang kita juga saling bertukar cerita, sampai berita hangat. Women Talks!


Itu sebabnya, misi kami salah satunya adalah menjadi sahabat para muslimah! Tentunya, kami masih banyak yang perlu dibenahi, tetapi menjadi sahabat terbaik adalah niat tulus kami, cie..


NgeMoz yuk...*loh kok jadi promosi*


Yulia-Moz5 Salon Muslimah

Perawatan favorit aku di moz : HairSpa Plus Reflexy...hmmm

Tau gak seh?? Kalo perawatan HairSpa, Bayar Refleksi cuman 15 rb aja bo' Normal 35 Rb. Oke bgt dong, rambut jadi wangi dan halus, trs badan enteng pula after Refleksi. Bakal Ketagihan. Gak Ketagihan, Anda Selamat hehe..