Wednesday, October 17, 2007

Just For The Ladies

Pusing ditinggal asisten mudik? Rumah berantakan? Kerjaan gak abis2?? Hehe…hampir sebagian besar mengalaminya ya? Termasuk daku! 8 hari sebelum lebaran udah ditinggal mudik bo’ kejaaaammmm hehehe…Apa boleh buat deh. Asisten kan manusia juga, dia juga punya keluarga. Setahun merantau, wajar dong, mereka kangen berat sama keluarga. Nah yang ditinggalkan ini yang musti bahu membahu mengerjakan tugas mereka, hehe. Tapi aku gak akan banyak bicara ttg menjalankan tugas rumah tangga kok. Aku hanya ingin berbagi resep relaks khusus para super mom. Kalo gak sempet nyalon, tetep bisa kok melakukan perawatan diri di rumah. Beauty by your own! Tinggal pinter2 manfaatin kesempatan aja.

Kaya tadi pagi, sambil nidurin kiya di depan tivi, sambil nonton Oprah ( My Ritual in the morning, LOVE U OPRAH!!!!) aku melakukan perawatan. Message tubuh dengan minyak zaitun. Gak usah minyak zaitun yang untuk kecantikan, beli aja minyak zaitun murni di carefour. Ambil di rak minyak untuk masak. Pilih yang extra virgin! Nah sambil nonton, sambil gosok2 deh. Mulai dari kaki, paha, tangan sampai bahu. Lakukan gosokan selalu mengarah ke arah jantung ya.. Jadi kalo lagi menggosok bagian kaki, lakukan gerakan ke arah atas. Begitu juga di tangan, selalu lakukan gerakan mengarah ke jantung. Untuk punggung, bila perlu minta bantuan suami! Santai kan? Gerakan sok gosok ini fungsinya untuk melancarkan peredaran darah pada tubuh kita, mengangkat kotoran, menghaluskan kulit, dan untuk rilaksasi juga. Hmmmmm…..Setelah kira-kira minyak zaitunnya meresap ke kulit, tinggal kita mandi deh. Sekalian mandi pagi kan.

Nah, di kamar mandi, masih ada yang bisa dikerjain loh. Body Scrub! Nah, ini fungsinya untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran2 (daki maksute’). Tapi scrubnya jangan yang murahan ya, hehe, yang bagusan dong, yang natural. Yang lembut di kulit juga. Walau harganya mahal dikit, tapi memang khasiatnya langsung berasa bo’ Ada Sugar Scrub dengan extra Grapefruit Spa Collectionnya Artistry. Wanginya hmmmmm segerrrrr, bikin kulit langsung halus pula! Tapi kalo mo yang natural dan murah meriah juga, ada kok. Pake gula di dapur aja! Campur dengan si minyak zaitun tadi. Gosok-gosok ke badan. Tapi sebelumnya, kita sudah guyur seluruh tubuh denan air hangat ya. Kemudian lap kering pake handuk, trs mulai deh sok gosokkkkkkk dengan sugar srcubnya. Pelan-pelan aja bo, nyante aja. Nikmati. Enjoy! Bagus kalo pake lilin aromatherapy segala. Asal jangan ketiduran aja hehe. Setelah puas gosok2, lanjut deh dengan guyuran air hangat. Yang kemudian switch ke air dingin. Supaya lebih nyaman. Lebih mantep lagi kalo kita pake body foam yang 1 aroma dengan bodyscrubnya. Jadi wanginya awet. Aku sendiri pake yang grapefruit tadi lengkap sampe ke body lotionnya. Seger! Tapi kalo mo pake bodyfoam yang ada di km mandi kita juga gpp, tinggal tambahin 1-2 sdt madu alami…hmmmm bikin kulit tambah lembut!

Selesai mandi, segera keringkan tubuh dan cepet-cepet lanjut dengan body lotion! Ini fungsinya untuk memberi kelembaban pada tubuh. Hmmm this what I love. The Sensation. Wanginya itu loh. Terus seneng aja, liat kulit kita jadi tambah halus.

Bagusnya sih dikerjakan di malam hari, tapi kalo memang waktu terbatas, begitu ada kesempatan segera beraksi aja Mom! Dihitung2 gak terlalu memakan waktu banyak kok. Acara pijat memijatnya paling banter 20 menit, bagus kalo bisa lebih lama lagi. Mandi paling kan 20 menit. Tuh kan, pasti bisa deh disempet2in.
Ok ladies, selamat mencoba.
Treat yourself as a Diva, coz YOU ARE A DIVA!!!!
Btw, di foodcourt pasaraya, ada tempat cozy yah. Namanya Kitchen apaaa gt lupa, hehe. Posisinya deket KFC lurusss lagi. Konsepnya foodcourt juga tapi suasananya cozy. Minimalis. Makananannya juga banyak dari selera nusantara gitu ya. Waktu pas ramadhan kemarin sih aku coba nasi gudeg, sama teh manis dan coffelatte. Lumayan lah. 3 items itu kalo gak salah 50rban. Tempatnya sih tenang, gak hirup pikuk kaya di footcourtnya.

Yulia- Moz5 Salon Muslimah

Tuesday, October 16, 2007

MAAF

" Maaf". Menjelang dan selama hari-hari lebaran Kata ini menjadi sangat popular. Dirangkai dengan 2 kata lagi, lahir batin. Menjadi "Maaf Lahir Batin". Bulan syawal, menjadi moment yang tepat untuk saling bermaafan. Memohon maaf dan memaafkan. Indah sekali.

Walaupun sebenarnya, kata "Maaf" sudah menjadi bagian dalam keseharian kita. Dalam sehari berkali-kali kita mengucapkan kata maaf atau mungkin mendengar kata maaf. Sepertinya, kata Maaf sudah seperti bagian dari kebiasaan kita. Ya toh, kita dikit-dikit bilang “Maaf ya”, “Eh, Sorry” “Gomen Ne” whatever lah.

Namun semoga kita semua masih bisa memaknai kata maaf dengan benar, bukan sekedar rutinitas belaka. Bukan sekedar menjadi Reflek. Saat kita menginjak kaki seseorang, saat menyadarinya, secara reflek kita segera mengeluarkan kata “MAAF” dari bibir kita. Atau saat kita tidak sengaja menyenggol orang lain. Atau di kesempatan lain “Maaf numpang tanya, jam berapa ya?” Atau pada banyak kesempatan. Saat terlambat sampai rumah, hingga janji untuk bermain bersama sang anakpun, lagi-lagi kita berujar “maaf ya sayang..”

Ada kalanya kata "Maaf" juga bisa teramat sakti. Seolah-olah atas kata tsb kita bebas melakukan apapun. Aku pernah mengalami sendiri. Saat sedang jalan di salah satu mal, aku yang sedang berbicara di hp, disenggol seorang wanita. Begitu kencang senggolannya, hp-ku sampai terjatuh, dan berantakan. Batre hp sampe berceceran. Kontan, aku kaget banget. Sambil jongkok aku memungut hp. Karena kaget banget aku ngomong sendiri “Aduh ya ampun…” Tau gak? Itu perempuan cantik yang menabrak aku, yang sudah berjalan 3-4 langkah di depanku, tiba-tiba berbalik badan dan sambil satu tangan berkacak pinggang dia berujar “Heh, mba! Saya kan sudah minta maaf, PLIS DEH!”

Sudah minta maaf so what gitu loh…

Emang dengan berkata maaf, trs rasa kaget aku sontak serta merta hilang?? Walaupun aku yakin dia bilang maaf karena reflek. Baguslah masih ada reflek sopan santun. Walau sepersekian detik setelah berkata maaf, dia tetap melanjutkan jalannya. Mengucapkan kata "Maaf" tanpa menoleh sedikitpun ke arahku. Meninggalkan aku yang masih terkaget-kaget, sambil berusaha memungut HP dan bagian-bagiannya yang tercecer. Aku sendiri tidak mau memperbesar masalah, tapi jadi tergelitik dengan komentarnya. Mungkin kupingnya panas, saat aku berkata “Ya ampun…!!” Padahal, sumpee itu komen karena aku kaget banget.t Tak ada kata lain yang terucap selain, "Ya ampun…!!”. Masa, karena itu, aku harus minta maaf sih?

Btw, apa arti kata maaf yang dia ucapkan?? Sakti sekali ya kata maaf jadinya. Seolah, dengan mengatakan MAAF, kita yang teraniaya*hehe* seolah-olah tidak berhak kecewa, tidak berhak menuntut lagi, bahkan sekedar berekspresi spontan…

Bagaimana pula dengan seorang teman yang selalu saja meminta maaf, tetapi lagi-lagi mengulangi kesalahan? Hingga seolah Kata "Maaf" menjadi seperti tameng? Yah tameng, karena kalimat andalannya adalah “Kan gw udah minta maaf” Dengan kata "Maaf" seolah masalah harus ditutup. Selesai. Memang ajaib yah kata "Maaf" ini. :)

Sejatinya, "Maaf" atau "Sorry", berarti penyesalan. Rasa bersalah. Ini kalau definisi kamus OXFORD-loh. Ini lebih tepat untuk kata meminta maaf ya. Berarti intinya adalah menyesal telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan. Atau menyesal telah melakukan kesalahan. Namun begitu, menyesal saja tidak cukup. Maaf baru bermakna setelah disertai perbuatan atau tindakan yang menunjukkan penyesalan tersebut. Tindakan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari. Itulah bukti penyesalan, bukti pertanggung jawaban atas kata Maaf kita.

Berarti, pemberian maaf berarti juga memberikan kesempatan. Kesempatan untuk memperbaiki sikap. Memperbaiki hidup kita untuk menjadi lebih baik lagi. Kesalahan-kesalahan sudah menjadi bagian dari masalalu. Yang penting adalah bagaimana sikap kita. Apakah kita akan melakukan kesalahan yang sama lagi? Apakah kita akan terus menerus menyakiti hati orang lain? Karena seringkali, dalam banyak kasus, kata maaf bukanlah sesuatu yang ingin didapatkan.Bukan sesuatu yang ingin didengar. Sepertinya misalnya saat kita lagi-lagi melanggar janji dengan anak kita. Bukan kata maaf dari bibir kita yang diinginkan mereka. Mereka tidak butuh maaf kita. Mereka hanya ingin, hal yang sama tidak terulang lagi. Mereka ingin, kita menjadi orang yang lebih baik lagi.

Sungguh, Kata "Maaf" adalah kata yang sangat indah. Meminta maaf dan memberi maaf adalah perbuatan yang mulia, yang mengantarkan kita kepada keikhlasan. Membutuhkan keikhlasan untuk menyadari kesalahan-kesalahan. Juga membutuhkan kebesaran hati untuk memaafkan kesalahan. Untuk menyadari, tiada manusia yang sempurna.

Dan dalam keseharian, kita semua senantiasa belajar, belajar menjadi pribadi yang selalu lebih baik dan lebih baik lagi.

Yuk kita pertanggungjawabkan "Maaf" kita.

Tulisan ini tidak untuk menyindir siapapun. Karena aku pribadipun, dengan tulus memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan selama ini. Kepada teman, sahabat, papa-mama, bapak-ibu, adik-adik, caca, kiya, dan my lovely hubby…

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Yulia-Moz5 Salon Muslimah

Thursday, October 11, 2007

Pulang

Jakarta mulai sepi. Kemarin siang, hari kamis, aku dan suami menuju kawasan thamrin yang biasanya macet dan dengan kendaraan pribadi bisa memakan waktu 1jam lebih, sekarang 30menit saja! Jalanan lengang banget.Kalau kaya gini ada senangnya juga, kemana-mana bebas macet. Asikkkk. Tapi mau kemana juga sebenernya kalau libur lebaran hehe? Gak ada aktifitas ke pusat kota juga tuh. Gak ngaruh banget dong ya? Hehe. Tapi kalau di pusat-pusat perbelanjaan sih sepertinya malah tambah ramai bo' Hari rabu kemarin, keluarga besarku buka puasa bersama di mal kelapa gading, ampunnnn deh rameee bgt, susah cari tempat yang kosong. Ya iya seh. Hari gini. hehe

Ada sedihnya juga loh liat jalanan lenganggggg banget. Apalagi kalau pas lewat pelabuhan Tj Priok. Jalanan yang biasanya padat banget, ini ya ampun, seperti melihat gambaran kota di daerah terpencil somewhere. Berasa Lonely, sepi bgt sih apalagi pas ngintip ke dalam kendaraan-kendaraan umum, seperti bis kota wah kosong sekali. Ini sebenarnya rasa kesepian atau rasa ditinggalin? Hehe maklum tahun ini kami memutuskan untuk tidak mudik ke kp halaman suami. Lagi males aja, begitu jawaban suami setiap kali aku tanya “Kita gak mudik nih?”. Keinginan untuk mudik pasti ada ya. Apalagi keluarga besar suami memang di solo semua. Mudik kan bukan sekedar kegiatan pulang kampung. Bukan sekedar menengok orang tua. Tapi menurutku jauh lebih sakral. Mudik adalah “PULANG” ke tempat asal, melepas rasa rindu, rasa selalu ingin kembali. Rasa ingin mengulang kembali kenangan manis yang sudah terjalin sejak masa kanak-kanak. Gak heran deh liat perjuangan orang yang mudik. Empet-empetan di kereta api, sampe rela berdiri di luar gerbong loh! Kehujanan semalaman. Atau yang nekat mudik dengan motor membawa seluruh anggota keluarga pula! Demi yang namanya “Pulang” Dan ini berlaku untuk semua lapisan masyarakat. Mau yang kaya atau yang miskin. Mau yang hidupnya senang, ataupun susah. Keinginan untuk pulang memang selalu ada. Yah sudah jadi fitrah manusia juga ya. Toh suatu saat kita akan berPULANG kan?

Aku sendiri, sejak kecil tidak terbiasa dengan yang namanya mudik. Kalau ditanya kp halamanku di mana? Aku bingung sebenarnya.. Sejak kecil aku sudah tinggal dan dibesarkan di Jakarta. Di bilang orang Palembang, yah engga juga. Ibuku memang dari asal sana, tapi gak 100% juga tuh. Kakek dari ibu asalnya malah dari Sulawesi Tengah. Sedang Ayahku asli Sulawesi Utara, tapi yah kalau mau bilang orang sulawesi juga gimana ya? Aku aja gak pernah ke sana tuh. Hehe. Jadi kalau ditanya asalnya dari mana, kayanya dari Tj Priok lebih mewakili, hahahha. Karena aku memang melewatkan masa kecilku di sana. Aku masih menikmati masa kecil bermain di pantai marunda, bersepeda di kawasan sarang bangau, yang awal tahun 80an itu indah banget loh. Bagus banget deh. Banyak empang-empang, pepohonan dan asri, dan masih ada burung bangaunya. Hmm sekarang sih sudah jadi Kawasan Berikat Nusantara. Aku juga sering ke kebun-kebun semangka, kol, sawi, dll di sekitar kawasan Budidarma, yang sekrang sudah jadi kawasan industri juga. Waktu aku SD juga, aku sering bermain ditepian Kali yang cukup besar dan deras, bahkan Om-ku dulu hamper mati tenggelam terbawa arus sungai. Aku sendiri sampai sekarang masih tinggal di tempat yang sama, setiap hari melintasi jalan-jalan dimana sering aku melewati masa kecilku. Namun keadaannya jauhhh berdeda. Kali besar yang deras itu sering kali aku cari-cari dimana ya jejaknya. Kebun-kebun semangka yang tadi aku singgung, sekarang menjadi jalan raya yang selalu aku lewati. Ada rasa kehilangan ya. Ada keinginan untuk mengulang masa-masa itu. Walau kala tersadar, aku mikir, loh untuk apa ya?? Kita kan hidup untuk sekarang dan masa depan. Lagipula, hidup harus berubah. Masa maunya seperti belasan tahun silam aja sih? Gak ada perubahan dong. Seperti kata Happy Salma dalam bukunya, Jadikan rasa kerinduan akan masa lalu sebagai semangat kita untuk menjalani kehidupan ini dengan lebih baik lagi. Ternyata ya bo, Happy Salma yang cantik itu jg punya perasaan-perasaan yang sama dengan aku, setiap kali terkenang akan masa kecil J Perasaan yang diartikan dengan keinginan untuk “PULANG”. Toh Makna “PULANG” tidak hanya berarti kembali ke rumah, kembali ke tempat asal, kembali kepada YME, tapi bisa jadi kembali kepada sesuatu yang membuat kita nyaman. Yah seperti saat ktia mengenang masa-masa kanak-kanak kita.

Itulah sebabnya aku harus memastikan berkali-kali. Apakah benar suamiku tidak ingin berlebaran di kp halaman? Karena aku tahu pastinya ada rasa kerinduan untuk pulang. Kembali ke rumah. Berkumpul bersama keluarganya yang otomatis sekarang menjadi keluargaku juga. Setelah suamiku berkali-kali juga menjawab “TIDAK” Aku baru yakin. Sekaligus ada rasa bahagia juga terselip. Ada sesuatu yang aku sadari. Itu berarti, rumah kami di sini, juga “RUMAH”nya dia. Keluarga Kecil kami ini juga adalah Keluarganya yang terpenting. Beliau, hanya ingin pulang ke rumah. Titik. Dan itu berarti yah Rumah Mungil kami inilah. Yang walaupun secara bangunan, rumah ini masih jauh dari rumah impian kami, tapi rumah mungil inilah, yang selalu menjadi tempat kami “pulang”. Tempat yang selalu kami rindukan dalam keseharian kami. Tempat yang di dalamnya ada keluarga, ada orang-orang yang kami cintai. Tempat kami bisa menjadi diri kami sendiri. Tempat yang selalu memberikan kenyamanan dan kehangatan. Our Home Sweet Home!

Jadi kalau ada teman yang bertanya kepada kami, "Tahun ini pulang kemana?? " Mungkin lebih baik aku jawab “pulang ke rumah” ya?

Kebetulan, libur lebaran tahun ini kami dan keluarga besar kami ( lengkap dengan ayah ibu dan adik2ku dan keponakan) akan berlibur ke Bandung dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Asikkkkkkk…


Yulia- Moz5 Salon Muslimah

Monday, October 1, 2007

Bisnis dan Hobi



Biasanya Moz5 Salon Muslimah ga ada perubahan drastis untuk omzet di bulan ramadhan. Tambah ramai memang menjelang libur lebaran, tapi salon juga tutup beberapa hari karena libur panjang. So, otomatis omzet bulanan juga jatuhnya sama aja. Lagi pula memang kebutuhan orang nyalon juga cenderung stabil setiap bulannya yah. Gak seperti garment yang memang ada masa panen di waktu-waktu tertentu.

Tapi alhamdulillah…


Tahun ini benar-benar membawa berkah buat moz5. Kalo di bulan-bulan biasa aja kita sudah ramai khususnya weekend, eh sekarang tambah rame. Terutama moz5 margonda. Kebayang dong, tempat seuprit gitu kudu menampung 40an orang in one time. Hwaaaa rasanya mo meledak deh tuh bangunan salon J Belum lagi Sop Buah Fruty milik adikku yang mangkal di depan salon yang selalu menimbulkan kemacetan akibat antrian orang yang mo berebut beli, hehe…


Para karyawan serasa mo pingsan saat salon mulai tutup jam 8.30 malam!! Padahal di bulan ramadhan kami seharusnya tutup pada jam 5 sore. Tapia pa boleh buat, tak kuat rasanya melihat wajah2 kecewa saat harus menolak tamu…Belum lagi rengekan membujuk, memohon agar diperkenankan melakukan perawatan…


Fyuuh..

Terpaksa pun saya mengalah…kalo biasanya seminggu 2x nyalon, sekarang kudu ngalah deh sama pelanggan. Sementara waktu tidak bisa menikmati perawatan salon huhuhu…

Nah biasanya memanen omzet adalah saat sesudah lebaran malahan. Hehe kan kebanjiran para pemudik yang baru balik dari kampung halaman. Hehe, maklum mereka kan mau santai, mau relak setelah melakukan perjalanan panjang. Dan melenturkan kembali otot-otot yang kaku akibat kecapean. Lulur, Creambath, HairSpa, Refleksi adalah Top Services paska lebaran.

BerSalon Ria memang asyik. Bisnis yang sangat dengan duniaperempuan sekaleee ini adalah bisnis yang potensial. Gimana engga, orang bisa melakukan creambath aja seminggu sekali, facial bisa dilakukan sebulan 3 kali, gunting rambut bisa 4 bulan sekali. Belum lagi ada lulur yang bisa dilakukan seminggu sekali juga. Ada refleksi. Ada Hair Coloring, Rebonding, macem-macem deh..Apalagi kalo udah ketemu banci salon, hehe, ini istilah untuk mereka yang keranjingan nyalon, seminggu 2-3kali nyalon bo’

Buat aku sih, aku enjoy dengan bisnis ini awalnya memang murni karena potensi bisnisnya. Tapi yang gak kalah pentingnya adalah karena aku menikmati banget perawatan salon. Apalagi kalo udah ngajak anakku Caca perawatan bersama. Aku istilahkan Girlz Day, ibu dan anak nyalon bareng ;)
Dan satu lagi nih, aku senang aja kalau liat pelanggan salon puas. Klise emang, tapi itu memang salah satu kepuasan tersendiri..


Belum lagi aku memang hobi meracik ramuan-ramuan alami. Klop banget kan? Enak dong kalo memang semua berangkat dari hobi. Bayangkan meyalurkan hobi dan jadi income!! Ngomongin ttg hobi ini, belum lama aku menemukan artikel di wirausaha.com deh kalo gak salah, tentang membangun bisnis dari hobi. Lha kok isinya ada ttg aku ya? padhal gak pernah diwawancara tuh. Tapi kayanya materinya jelas-jelas ngambil dari blog ini deh. coba aja simak nih

Menyulap Hobi Jadi Bisnis
Aug 21, 2007
Dewasa ini membuka bisnis sendiri di rumah atau pun di luar rumah telah biasa dijalankan para wanita. Bagi kebanyakan mereka, dengan berbisnis bisa lebih fleksibel dalam hal membagi waktu dengan keluarga. Pilihan jenis bisnis yang akan ditekuni pun bebas. Melalui bisnis yang dibangun, para wanita bisa berekspresi sesuai keinginan.
Maka tak heran jika wanita pebisnis sering memilih bisnis yang benar-benar disenangi untuk dijalankan. Yang pasti, selain berharap keuntungan, mereka dapat menjalankan bisnis dengan enjoy. Sebut saja Yulia Astuti, pemilik salon muslimah Moz5, Moz5cantik, dan Aksesoris Mozly. Yulia dalam blog-nya bercerita tentang ketertarikan menekuni bisnis yang berhubungan dengan kecantikan bagi seorang wanita. Jadi selain membuka salon khusus wanita, ibu dua anak ini terpikir untuk memasarkan pakaian muslim yang sedang trend, kerudung/jilbab dan aksesoris yang dibuat sendiri. Berbekal keterampilan sekaligus hobi yang ditekuni semenjak Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu membuat kartu lebaran, gelang, kalung, bros dan ikat pinggang yang dibuat dari bebatuan.
Di tempat lain ada Fatmah Bahalwan yang merintis bisnis bernama Natural Catering, tidak jauh-jauh dari hobi sekaligus keahlian yang dimiliki, meracik bumbu untuk masakan dan kue. Alhasil, Fatmah juga aktif mengajar di berbagai kursus memasak ini mantap membangun usaha katering miliknya.
Hobi memang kerap dijadikan pilihan pertama oleh seorang wanita dalam menentukan bisnis yang digeluti. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Uang mengalir, hobi juga dapat tersalurkan. Tapi apakah prosesnya se-simpel itu? Tentu saja tidak. Meskipun hobi dijadikan dasar dalam menentukan pilihan bisnis, namun pebisnis perlu menyadari bagaimana hobi bisa dijalankan optimal dalam sebuah bisnis.
Yang namanya hobi sudah pasti dijalankan oleh seseorang pada saat ia memang ingin melakukannya pada waktu tertentu. Namun ingat, dalam sebuah bisnis hal tersebut tidak bisa dilakukan. Bagaimana jika ketika pebisnis ingin bersantai tanpa mengerjakan apa pun misalnya (termasuk hobi), ternyata ada permintaan dari pelanggan? Tentu saja pebisnis harus segera menyambut permintaan tersebut. Ini bisnis, bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Kesimpulannya, menjalankan bisnis yang didasarkan keahlian sekaligus hobi yang dimiliki sangat baik, karena usaha dapat dijalankan dengan lebih santai dan paling tidak pebisnis telah memiliki banyak pengetahuan. Hanya saja, meski memiliki keahlian dan hobi pada bidang yang digeluti, pebisnis tetap harus aktif dan memiliki motivasi untuk sukses. Jeli menangkap peluang-peluang, berpromosi dan kegiatan-kegiatan lain yang bisa mendongkrak nama dan penjualan produk.
Hal yang perlu dipikirkan diantaranya, bagaimana agar produk diketahui orang banyak, bagaimana membangun merek dan sebagainya. Tak sedikit wanita pebisnis menggunakan fasilitas internet untuk memperkenalkan produk dan usaha. Apalagi saat ini banyak tersedia fasilitas blog gratisan, jadi salah satu cara mendekatkan diri ke banyak kalangan. Masih banyak cara lain, dan tugas wanita pebisnis adalah mencari ide-ide cemerlang lainnya. (SH)
Hayooooo sekarang apa hobi anda???


Yulia- Moz5 Salon Muslimah

Thursday, September 27, 2007

Aku dan Sang Kondektur

Baru saja ku membanting badan ke jok di dalam bis yang melaju kencang menuju somewhere di tangerang, Sang konduktur sudah menghampiri aku. Menagih ongkos. “Duh gak sabaran banget sih” gerutuku dalam hati. Aku naik dari depan Atrium Senen setelah selesai urusanku di gd Danapala. Aku sendiri sedang bergegas menuju suatu tempat di daerah Cideng. Biasanya aku ke sana dengan mobil, entah dianter suami atau sopirku. Tapi sore menjelang waktu berbuka ini aku harus naik kendaraan umum. Yang aku ingat-ingat, RS TARAKAN sebagai patokan. Sebelum naik, aku sempat melihat ada tulisan Tangerang-Roxy-Grogol. Jadi aku pede aja naik. Logikanya, kalau mo ke Roxy kan musti lewat RS TARAKAN dunks. Sok tauku kumat.

“Waduh gak ada uang kecil nih…” Apa boleh buat, aku terpaksa memberikan selembar uang 50rban yang masih baru itu. Dengan senyum yang aku pasang manis sekali, aku berkata “ Maaf Ya Bang, gak ada uang kecil”
“KEMBALIANNYA NANTI” Ujar sang kenek bis dengan agak kasar meninggalkan aku menuju penumpang di depan ku. “Ga apa-apa Bang, santai aja” aku membalas, sok akrab! Aku yang sedang diserang kantuk yang amat sangat ini segera memejamkan mata. Gak berlangsung lama, karena tepukan sang kenek di bahuku membangunkan aku. Ku lirik, dia sedang menghitung uang kembalianku. Aku liat keluar, oh masih di daerah pejambon. Sambil menunggu, aku pergunakan kesempatan ini untuk bertanya
“Abang, ini nanti lewat RS Tarakan kan??” plus senyum manis.
“Yah mba salah. Ini gak lewat. ya udah gak usah bayar, di depan mba turun aja deh”.
Waduhhhhh kok bisa salah bis sih.
“Oh gapapa bang, saya bayar aja. Trs bagusnya saya turun di mana ya?”
“Ya udah mba ikut aja, ntar turun di Harmoni, nyambung lagi.”
“Ok, makasih ya bang”

Hmmmm kalo gitu, nanti di perapatan Harmoni aku nyambung naik ojeg aja ahhhh. Gak mungkin nyambung naik bis, yang ada harus muter-muter, trs kan pasti penuh. Jam segene! Apalagi kalo bis Reguler, turunnya musti buru-buru gak bisa santai.

Begitu memasuki jalan majapahit, siap-siap turun dong. “Yah lampu ijo…alamat musti turun di depan Duta Merlin deh”, batinku. Eh ternyata nih, pas di perempatannya, masih lampu ijo ini, si abang kondektur tadi tiba2 tereak ke arah Bis di sebelah Kami.
“HOYYYY BERENTI KAUUUUUUU….ADA YANG MAU NAIK” dengan logat khas suku tertentu di daerah sumatra ( tau dong )
Sontak, sopir bus yang dimaksud marah dong, gile lampu HIJAU bo’
“MACAM MANA KAUUUU, HIJAUUUU INIIII”
“KUBILANGGGG BERENTTTIIII KAUUUUUUU. ADA PEREMPUAN CANTIK MAU NAIK BIS MU, CEPATTT KAUU BERHENTIIII”
Trs nih, Sang kenek memberi aba-aba kepadaku untuk siap-siap turun. Busrettttt…..gile si abang. Malu-maluin aja. Pake bilang perempuan cantik segala, bikin GR aja, tapi kalo tereak2 gitu kan jadi hiperbol!
Aku menjawab “Gak papa bang, saya turun depan aja. ini kan lampu merah”
“GAK PAPA. CEPAT KAU TURUN, SINI AKU BANTU”
Hwaaaaaaa…….mobil2 belakang sudah pada klakson. Gile jam 5 nih, jam macet diperapatan harmoni…Aduhhhhh tengsin…

Tau gak sih?? Ini si abang kondektur, menuntun aku turun dari bis, dan membimbing aku sampai naik ke bis disebelah ini. Plus wanti-wanti kepada sopir bus tsb untuk tidak lupa menurunkan aku di depan RS TARAKAN. Aduhh kebayang gak sih...Dan diantara 2 bis ini ada beberapa mobil pribadi yang terpaksa berhenti gara-gara kami lewat. Hwaaaaaa mana jadi pusat perhatian orang di 2 bis tsb, dan mobil-mobil di sekitar kami. Aduhhhh maluuuuuuu.
Sampai diceletukkin, Wah Istri Muda sih, jadi disayang banget. Sampe bikin macet gini”

Bener aja begitu aku naik, lampu nya sudah kembali merah. Jadi tambah kesel kali ya para penumpang dan pengendara mobil. Aduuhhhhhhh malu. Begitu naik, mana bisnya penuh lagi, dan harus berdiri. Aku hanya bisa menunduk dalam-dalam. sambil sesekali, pura-pura sms-am. Saya kan tipe pemalu abissss (hehe…). Untung bentar lagi buka puasa, sabarrr..sabarrrr..(heehe apa hubungannya?)

Tapi sebenarnya aku sendiri agak tertegun lama saat sudah di dalam bis. Gile ya, abang kenek itu baik bgt. Peduli loh. Padahal kan dia gak harus melalukan itu semua. Mulai dari menyetop bis yang harus aku tumpangi, sampai menuntun dan memastikan aku naik dengan aman di bis berikutnya. Padhal tadinya dia agak tidak ramah, cenderung kasar. Tapi kondektur kan juga manusia ya. Begitu dia merasa dihargai (berkat senyum manis manis tadi hehehe dan sedikit sopan santun) dia pun membalas dengan pelayanan yang Xtra. Toh, memang kita semua butuh penghargaan. That’s why we’re called Human! Pengalaman ini walaupun bikin aku malu, tapi sesungguhnya aku belajar banyak di sana. Walo nyesel gak sempet bilang makasih, karena aku udah keburu malu dan panik.

Malu, kesel dikit, senang, terharu, lucu...!

Yulia-Moz5 Salon Muslimah

Saturday, September 22, 2007

Best Moments

1. Falling in love.
2. Laughing till your stomach hurts.
3. Enjoying a ride down the ocuntry side.
4. Listening to your favorite song on the radio.
5. Going to sleep listening to the rain pouring outside.
6. Getting out of the shower and wrapping yourself with a warm, fuzzy towel.
7. Passing your final exams with good grades.
8. Being a part of an interesting conversation.
9. Finding some money in some old pants.
10. Laughing at yourself.
11. Sharing a wonderful dinner with all your friends.
12. Laughing without a reason.
13. "Accidentally" hearing someone say somthing good about you.
14. Watching the sunset.
15. Listening to a song that reminds you of an important person in your life.
16. Receiving or giving your first kiss.
17. Feeling this buzz in your body when seeing this "special" someone.
18. Having a great time with your friends.
19. Seeing the one you love happy.
20. Wearing the shirt of a person you love and smelling his/her perfume.
21. Visiting an old friend of yours and remembering great memories.
22. Hearing someone telling you "I LOVE YOU"

Hehe, dapat dari milis sebelah, jadi sumbernya udah gak jelas. Kalo boleh nambahin versi aku sih
23. Ngelamun didepan jendela sambil mandangin hujan
24. Ngeriung di ranjang dengan seluruh anggota keluarga
25. memandang wajah anak bayi yang sedang tidur pulas
26. mendengar tawa renyah dari orang-orang yang kita sayangi
27...
28...
masih banyak lagi... silakan isi versi anda :)

Yulia-Moz5 Salon Muslimah

Mie Goreng Jawa di Warung Kita, Sogo, Plasa Senayan (sebelah Pizza Hut) juga enak bo' Puffertjes Ice Creamnya juga enakk (tapi kalo pesen better minta gak dikasih gula halus, biar gak manissss bgt). Ayam Penyet dan Nasi Langginya juga mantap..Jangan tergoda untuk pesen mie kangkungnya ya, gak enakkkkk!!! Untuk makanan rata-rata per porsi 27,500-30,000 blum termasuk tax 15%. Untuk yang suka cita rasa masakan indonesia bolehlah, tempat ini recomended. Enak buat ngumpul-ngumpul juga, secara lokasinya di PS :) Hehe, puasa2 ngomongin makanan....


Sekedar Say HI

Sibugh. Sibugh bratz. Gak tau, apakah kata sibuk cukup mewakili di saat kita dikejar-kejar sesuatu. Eh, atau kitanya sibuk mengejar sesuatu. Bahkan sekedar duduk santai sejenak di depan layar computer saja sepertinya jadi membuang-buang waktu. Hehe.

Atau mungkin sebenernya ada masalah dengan prioritas waktu ya? Eniwei, tanpa berpanjang kata, memang bbrp waktu lalu, aku emang bener-bener sedang padat jadwal. Kesana kemari. Tapi alhamdulillah membuahkan hasil sih. Hasil yang gak cuman manis buat aku, tapi untuk semua pihak (Ya kannnn???). Syukurnya lagi kalo kita mengerjakan sesuatu yang memang passion kita, yang memang kita nikmati, jadi rasanya kata sibuk tidak tepat yah.. menyalurkan hobby malah lebih pas. Apalagi kalo menghasilkan uang hehe. Mantap kan??

Beberapa hari ini juga kehidupanku menjadi lebih warna warni. Ada seneng, ada sedih, ada yang lucu, ada konflik, ada yang heboh malahan. Ada belajar, ada nasihat, ada masukkan. Indah ya, kalau setiap hari kita bisa menyadari betapa bersyukurnya kita akan keseharian yang menyertai kita. Seperti misalnya ada kabar gembira dari sahabat yg baru kelahiran putra pertamanya (pak Roni dan Bu ely). Yang membuat aku jadi bersyukur juga punya anak-anak yang luar biasa seperti caca dan kiya.

Kmarin waktu Bukber di PS dengan teman-teman nongkrong, salah satu sobat bilang “Yul, punya anak-anak yang special needs spt anak2 kita ini bikin kita harus selalu memperpanjang urat syaraf yah yul” Aku cuman menjawab “Ho’oh banget” Eh betul loh, punya anak spt kiya, membuat aku belajar untuk selalu sabar,sabar,dan sabaaaarrrrrrrrrrrrrr.

Udah dulu ah, sekedar mo say hello. Udah lama gak nge-Blog. Kangen juga.
Oiya, buat pecinta ice cream, cobain deh Mix fruit-nya Walls. Aku biasanya sih nongkron di Outlet Walls yang di La Piazza, di jembatan penghubung antar La Piazza ke Gading I. Wuenakk bgt, potongan buah kiwi, apel, straberrynya juga mantap. Seger!!

Yulia-moz5 Salon Muslimah

To Dandi, elo kalo baca tulisan ini, pls kontak gw dunk..kan ada yang masih mengganjal nih...ditunggu ya..!!